Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Sajak untuk Rindu yang Tak Pernah Selesai

[PUISI] Sajak untuk Rindu yang Tak Pernah Selesai
Foto anak menatap laut di hari berawan (pexels.com/Orkhan Sweden)

Teringat kata lembutmu yang pernah singgah di hatiku dengan tenang.
Waktu perlahan mengikis segalanya, dan sore ini hanya temaram yang setia mengurai gelap.
Masih adakah rasa yang tertinggal di masa itu?

Sepertinya suaramu menepis pandanganku
Bergerak seperti rindu yang kian kronis
Anganku tenggelam di dalam kalbu yang kehilangan arah, sementara air mata menggantung di ujung dagu.
Masih adakah yang bisa diharapkan?

Aku ingin merangkul raga yang perlahan menghilang
Menanam bait-bait kata sebagai tempat bersandar
Namun, tetap saja sajak ini tak pernah selesai.

Mungkin inilah akhirnya
Tenggelam dalam jiwa yang telah lama mati

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Siap, Sungguh, Tahu

08 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Kegagalan

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction