Hari ini tuan tak nampak
Tertutup oleh gelapnya langit
Menunggu dari menit yang pertama, kedua, ketiga
Berulang hinga menit yang kesekian tuan tak nampak juga
Pada siapakah harus bertanya?
Pada matahari yang terbakar?
Pada bintang yang bertaburan?
Atau pada bulan yang sunyi?
Bagaikan merindukan fajar di pagi hari
Seperti itulah rasa rindu yang tak henti berdetak
Hanya untuk melihat goresan warna jingga di gumpalan kapas
Sayangnya, warna monokrom yang ada
Kurasa hanya musim yang tahu kapan tuan tiba
Sejak itulah kumenunggu dan menunggu
Hingga goresan jingga itu muncul pada gumpalan kapas
Lalu, kulepaskan rindu di dalam haluan senja
![[PUISI] Semusim yang Tak Kunjung Henti](https://image.idntimes.com/post/20261027/desain-tanpa-judul_e07a2b3c-f08b-45a8-8b03-fcaadb0e82bf.jpg)