Redup bayangnya
Sematkan jejas
Meski alunan melodinya masih sayup terdengar
Memaksa telinga menginginkan tuli
Berharap sunyi segera kembali
Gemuruh resah berkecambuk dalam dada
Bodohnya, gejolak rindu masih saja beradu-padu
Untukmu, sang simfoni anomali yang meninggalkan hati yang ringkih
![[PUISI] Simfoni Anomali](https://image.idntimes.com/post/20220925/pexels-photo-7487847-1758a0692afbc8274363a550b6365bae-a5959dfda53d1cb79cba938daf6b78ec.jpeg)