Sirine bersahut-sahutan mengabarkan duka berulang
Pohon tumbang, tanah hangus, retak, banjir menggenang
Gunung-gunung memuntahkan awan panasnya
Seolah memberitakan dirinya yang tengah bersimbah luka
Menyisa ratap dan tanya pada manusia yang tersengat

Meski jerit duka itu bergaung nyaring, tak ada yang berubah
Sebab angka-angka nyawa hanyalah statistik benda
Sebab takdir alamlah yang sedang menyembuhkan diri atau murka?
Bencana dulu, baru antisipasi
Masa bodo soal peristiwa yang sebenarnya telah berkali-kali

Marahlah semarah-marahnya
Menangislah hingga air mata tak lagi terasa
Sebab, tak ada yang berubah
Semua akan berjalan saja, lamban, hingga padam dengan sendirinya