Februari menulis surat dengan tinta mawar
Amplopnya wangi hujan pertama
Namamu ditulis tanpa alamat
Karena hatiku tahu jalannya
Setiap kalimat berdenyut pelan
Seperti nadi yang jatuh cinta
Tak banyak janji, tak ada berlebihan
Hanya keinginan untuk tinggal
Aku melipat rindu dengan rapi
Menyelipkannya di antara doa
Agar saat kau membukanya nanti
Hatimu merasa pulang
Dan bila surat ini tak sampai
Tak apa, bulan tetap tersenyum
Karena cinta telah dikirim
Bahkan sebelum dibaca
![[PUISI] Surat Cinta dari Bulan Februari](https://image.idntimes.com/post/20260209/pexels-ann-h-45017-35567112_ff15cc70-3446-492c-af2c-5d93f90143b6.jpg)