Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Surat Tanpa Alamat
anak perempuan dan surat

Di balik ingatan yang samar dan kelabu,
Ada rindu yang tumbuh tanpa tahu arahnya.
Seperti mencari bayang di malam bertabur abu,
Aku adalah anak perempuan yang kehilangan kompasnya.
Mereka bilang, ayah adalah cinta pertama,
Namun pelukan itu rahasia yang tak sempat kubaca.

Aku hanya mengenalmu dari lembar foto lama,
Dan cerita orang-orang tentang tawamu yang jenaka.
Setiap langkah kecilku beranjak dewasa,
Ada ruang kosong yang tak pernah bisa diisi.

Saat melihat jemari gadis lain digenggam mesra,
Hati kecilku berbisik, memanggilmu dalam sepi.
Aku belajar kuat dari ketiadaanmu,
Menjadi pelindung bagi diriku sendiri.

Namun sedalam apa pun waktu mengubur pilu,
Nama "Ayah" tetaplah getar yang paling sunyi.
Ayah, meski kita tak sempat berbagi cerita,
Dan jalan kita telah dipisahkan oleh takdir yang jauh,
Kau tetaplah akar dari setiap untaian doa,
Tempat rindu ini pulang, meski dalam rapuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team