Di balik ingatan yang samar dan kelabu,
Ada rindu yang tumbuh tanpa tahu arahnya.
Seperti mencari bayang di malam bertabur abu,
Aku adalah anak perempuan yang kehilangan kompasnya.
Mereka bilang, ayah adalah cinta pertama,
Namun pelukan itu rahasia yang tak sempat kubaca.
Aku hanya mengenalmu dari lembar foto lama,
Dan cerita orang-orang tentang tawamu yang jenaka.
Setiap langkah kecilku beranjak dewasa,
Ada ruang kosong yang tak pernah bisa diisi.
Saat melihat jemari gadis lain digenggam mesra,
Hati kecilku berbisik, memanggilmu dalam sepi.
Aku belajar kuat dari ketiadaanmu,
Menjadi pelindung bagi diriku sendiri.
Namun sedalam apa pun waktu mengubur pilu,
Nama "Ayah" tetaplah getar yang paling sunyi.
Ayah, meski kita tak sempat berbagi cerita,
Dan jalan kita telah dipisahkan oleh takdir yang jauh,
Kau tetaplah akar dari setiap untaian doa,
Tempat rindu ini pulang, meski dalam rapuh.
![[PUISI] Surat Tanpa Alamat](https://image.idntimes.com/post/20260627/contoh-surat-untuk-sahabat_19c5abbd-658a-42f8-a033-887b9387f116.jpg)