Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Menjahit Sunyi di Hulu Usia

[PUISI] Menjahit Sunyi di Hulu Usia
ilustrasi termenung menatap ke luar jendela (unsplash.com/Scott Warman)
Share Article

Di pelataran waktu yang kian berjelaga

kupulungi detik yang tanggal satu demi satu

ada sisa jejak yang enggan menjelma doa

tertinggal di antara riuh dendam dan bisu

Pernah kusekap malam dalam genggaman jemari

menuntut takdir menyerahkan kembali yang tanggal

namun senyap adalah guru paling sunyi

mengajar dada bahwa menolak luka adalah sia-sia yang bebal

Telah kutinggalkan pertikaian di hulu kenangan

membuka jendela bagi angin yang belajar singgah

bukan karena serah pada kekalahan

melainkan tahu kapan harus meletakkan lelah

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team