Sayatan baru menginjak luka lama
Seolah tak membiarkan satu detik sia-sia
Tubuh tegak menopang beban berbeda
Habis kering tetesan air mata

Tangan kanan tidak lelah mengejar dunia
Habis detik jam nyaring tertawa
Beribu cacian menghiasi hari
Meski koin emas tersenyum di jemari

Apa mahal harga satu pelukan?
Mungkin benar aku tidak diinginkan
Lantas, kenapa jiwa ini dilahirkan?
Kilat cahaya membawa pesan