Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Tak Bisa Melupakan

[PUISI] Tak Bisa Melupakan
ilustrasi seorang perempuan merenung di pinggir danau (freepik.com/jcomp)
Share Article

Kau adalah angin yang pernah menyentuh jiwaku
Adalah senyap yang mengisi ruang tanpa kata
Kau terus berjalan, namun ku hanya terpaku
Dalam kenangan yang mulai pudar di balik mata

Ku coba menanggalkan bayangmu 
Namun kau menempel erat pada dinding jiwa
Setiap sudut hati masih penuh denganmu
Hingga kau pergi membawa semua tawa

Aku ingin melangkah tanpa beban
Menjejakkan kaki pada tanah yang tak mengingatmu
Namun kau masih ada, setidaknya dalam angan
Dalam cahaya yang samar, selalu ada bayang dirimu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More

[PUISI] Selembar Pasrah

27 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Tentang Mimpi

[PUISI] Tentang Mimpi

26 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tolak Ukur

[PUISI] Tolak Ukur

25 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perihal Ibu

[PUISI] Perihal Ibu

25 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Gambaran Masa Lalu

[PUISI] Gambaran Masa Lalu

24 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pisau Permata

[PUISI] Pisau Permata

24 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Aku Tidak Peduli

[PUISI] Aku Tidak Peduli

23 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Lubang

[PUISI] Lubang

23 Mei 2026, 05:04 WIBFiction