Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Terlalu Serius pada Sebuah Kebetulan
ilustrasi pasangan dan langit malam (pexels.com/dennis George)

Kita bertemu tanpa rencana,
sekadar dua langkah di jalan yang sama.
Aku malah sibuk membaca tanda,
seolah semesta sengaja mempertemukan kita.

Senyummu kuanggap sebuah isyarat,
sapamu kusimpan terlampau lekat.
Padahal mungkin bagimu sesaat,
sementara aku menyebutnya takdir yang dekat.

Aku merawat kemungkinan diam-diam,
hingga kebetulan tumbuh begitu dalam.
Kau berlalu tanpa merasa kehilangan,
aku tertinggal bersama banyak pertanyaan.

Kini kutahu dari pertemuan singkat,
tak semua yang datang harus menetap.
Kadang hidup hanya membuat kita berpapasan,
dan aku terlalu serius pada sebuah kebetulan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎