Aku tidak sempurna.
Masih ada luka di masa lalu
yang menyisakan debu di lipatan-lipatan doaku.
Masih ada hari di mana aku ingin menyerah,
ingin mencintai tanpa takut,
ingin membuka jilbab
dan menjadi seperti yang dunia inginkan.
Tapi tiap kali aku hendak berbalik arah,
ada suara di dalam dada yang berkata,
“Kau terlalu dekat untuk menyerah.”
Aku tahu, surga bukan milik orang sepertiku
yang tertatih, berdosa,
bertanya-tanya setiap hari
apakah ini semua layak diperjuangkan.
Tapi aku juga tahu
Allah tidak melihat siapa yang tercepat,
melainkan siapa yang tak pernah benar-benar berhenti.
Dan aku,
meski sering tergoda,
masih memilih untuk tetap berjalan.
Tertatih,
tapi tidak berbalik arah.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Tertatih Menuju Surga, Tapi Tak Pernah Berbalik Arah
![[PUISI] Tertatih Menuju Surga, Tapi Tak Pernah Berbalik Arah](https://image.idntimes.com/post/20220205/fkwq0nwwuayq2ku-d39f0138309a158e0cc4a8ee6637b53f-b077ed621ef49f2dd2183c9807e90a87.jpg)
Ilustrasi perempuan mengenakan jilbab (twitter.com/Yeni Şafak English)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Cinta yang Tak Bernama 03 Agu 2025, 07:07 WIB
- [PUISI] Aku Berdiri Bukan di Pelaminan03 Agu 2025, 20:27 WIB
- [PUISI] Mengenang Bayangmu02 Agu 2025, 19:17 WIB
Topics
Editorial Team
EditorSiantita Novaya
Related Article
[PUISI] Anak Terbalut Luka12 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Berlabuh di Pulau Berbeda11 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Bintang yang Bersinar Sendiri11 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Tempat Pulang di Dunia11 Agu 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Pertanyaan yang Tak Pernah Pergi11 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Kau Adalah Waktu11 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Persimpangan Jalan10 Agu 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Bunyi yang Tak Pernah Datang10 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Saat Hasil Tak Kunjung Tiba10 Agu 2026, 14:07 WIB
[PUISI] Satu Pagi Menjamu Agustus10 Agu 2026, 06:52 WIB
[PUISI] Rumah yang Ternyata Bisa Patah10 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Gelombang Culas10 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tak Kurang Sebelum Berdua09 Agu 2026, 20:52 WIB
[PUISI] Bayangan Aksara yang Terkunci09 Agu 2026, 20:27 WIB
[PROSA] Masa Lalu yang Belum Usai09 Agu 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Langit Masih Menyimpan Jawaban09 Agu 2026, 14:47 WIB
[PUISI] Untuk Sekadar Diberi Ruang09 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Liturgi sang Pengembara Maut09 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Secangkir Teh dan Hening08 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Membilas Debu di Pelataran Takdir08 Agu 2026, 18:07 WIB