Aku kira aku telah tumbuh lebih kuat
Tak lagi mengukur diri dari mata orang lain
Namun wajah-wajah dingin itu
Selalu menemukan jalan menuju kepalaku
Di antara sekian banyak sapaan hangat
Mengapa justru wajah-wajah dingin itu yang tinggal?
Adakah kata yang keliru kulepaskan?
Seharusnya aku sudah lebih tahu
Bahwa tak semua hal berada dalam kendaliku
Namun mengapa dinginnya masih kubawa pulang?
Aku belajar menyatu di tengah keramaian
Namun selalu ada tatapan yang tak mencair
Atau memang aku
Tak pernah benar-benar memiliki tempat di antara mereka?
Aku tetap belajar menghadirkan hangat
Tak ingin menyalakan perang pada siapa pun
Meski di dalam kepalaku
Perang itu tak pernah benar-benar usai
![[PUISI] Wajah-wajah Dingin](https://image.idntimes.com/post/20260711/pexels-nazar-aslan-443954785-29528711_ff39145a-6861-43e1-8da1-b76140699ba0.jpg)