Malam selalu tahu
ke mana gelap hendak berlabuh.
Lalu lahirlah setitik cahaya,
tanpa pernah diminta.
Tak menghitung siapa yang singgah,
tak menahan siapa yang berlalu.
Terus menyala,
sementara malam perlahan mengambil bagiannya.
Pagi membuka seluruh jendela.
Orang-orang menyambut terang,
lalu lupa
dari mana cahaya bermula.
Di atas meja,
kehangatan masih enggan pergi.
Barangkali,
tak setiap cahaya berakhir sebagai fajar.
![[Puisi] Yang Tertinggal di Atas Meja](https://image.idntimes.com/post/20260629/1000114515_8fbbf7bc-6d55-406c-88cb-ba9cf6ce8acc.jpg)