Surat untuk Penggenap Imanku Kelak

Kepada Penggenap Imanku yang masih dirahasiakan oleh Tuhan
Sedang apa dan dimana kau kini ?
Kau tak lupa kan tuk menghalalkan ku dalam sebuah ikatan suci bernama pernikahan?
Aku tunggu kau dalam doa di setiap sujudku
Semoga kau tak tersesat mencari rumahku
Semoga kau segera meng-taarufkan aku
Mengkhitbah ku dihadapan kedua orang tua ku
Menjabat tangan ayah ku sembari melafazh kalimat sakral bernama ijab
Kepada Penggenap Imanku...
Selagi Tuhan masih menjaga perjumpaan kita yang masih misteri ini
Ku pinta kau jaga dirimu
Lisanmu
Nafsumu
Dari godaan setan yang mengiurkan birahi
Aku tak ingin memiliki bekas orang lain
Aku ingin dirimu luar dan dalam hanya tersentuh oleh ku
Wanita halal yang nanti menyandang status sebagai istri
Kepada Penggenap Imanku yang masih tersembunyi disuatu tempat
Seperti halnya dirimu
Aku pun ingin menjadi satu-satunya wanita dalam hidupmu
Tak ada yang kedua atau pun ketiga
Aku akan menjaga apa yang harus menjadi milikmu nanti kekasih halalku
Selagi Tuhan masih sibuk mengatur pertemuan kita
Ku ingin kita berjanji dengan diri sendiri
Kau akan menjaga apa yang akan menjadi hak ku nanti
Izinkan aku menjadi yang pertama menyentuhmu
Jadikan aku satu-satunya wanita yang terpatri di hatimu
Yang kau perjuangkan
Yang menjadi wanita pertama dan terkahir yang kau beli dihadapan Tuhan
Berjanjilah tuk menerima dan mencintaiku dengan segenap hati
Lalu aku
Akan menjadi wanitamu seutuhnya
Menjadi pendamping hidup mu
Dalam susah mau pun senang
Saat miskin mu
Saat sakitmu
Saat bahagiamu
Aku akan setia disisimu
Melangkah bersamamu
Sampai maut lah yang memisahkan kita
Kepada Penggenap Imanku...
Ku tunggu kedatanganmu
Bismillah ...
Semoga Allah menyegerakan pertemuan kita ...
![[PUISI] Jejak di Jalan Waktu](https://image.idntimes.com/post/20260402/wal_172619-pedestrian-8037900_1280_767e89c3-b5e4-4124-92a3-1305cedf43fe.jpg)
![[PUISI] Cara Tabah Menghapus Jejak yang Menetap](https://image.idntimes.com/post/20250318/leaves-1076307-1280-8867bca6d41fe839a4aae3985904176f-8f0096b133907bc4431d5474e45e48ee.jpg)
![[PUISI] Tentang Rasa yang Belum Usai](https://image.idntimes.com/post/20260405/1000579125_7151ffbc-4ee6-4e06-90b1-6c0cc6b42e7e.jpg)
![[PUISI] Rindu Menunggu Datangnya Terbit](https://image.idntimes.com/post/20260331/bruno-leschi-1jfi2dyrqkm-unsplash_e4accc4e-7811-4a51-9fed-f874dbd6d9e9.jpg)
![[PUISI] Di Seberang Kedai Es Krim](https://image.idntimes.com/post/20260407/pexels-infou-28398246_d7a63c52-e5a2-4cd8-bb8f-a116c4bd53ae.jpg)
![[PUISI] Jendela yang Terbuka](https://image.idntimes.com/post/20260312/pexels-pixabay-259713_4775e0f9-8b69-49a5-b07e-25df73d09675.jpg)
![[PUISI] Redup Langit Mengantar Pulang](https://image.idntimes.com/post/20260315/cristina-gottardi-tspfyb4kdku-unsplash_9d369505-f7d7-4940-ab6e-fa392731d028.jpg)
![[PUISI] Yang Berkecamuk di Kepala](https://image.idntimes.com/post/20251104/pexels-muffinlandge-33863716_7dffecd1-79f7-4607-bd7b-1e65aca7ec2b.jpg)
![[PUISI] Deadline, Kopi, dan Mimpi yang Belum Selesai](https://image.idntimes.com/post/20260317/screenshot-2026-03-17-101142_6fd5bf3d-2b42-472c-a2c2-5cc4029bf37c.png)
![[PUISI] Asal Bapak Senang](https://image.idntimes.com/post/20260405/pexels-olly-3824771_c23d9aa7-678e-4c78-b591-0397ea1bdef4.jpg)
![[PUISI] Gema Renjana Melabuhkan Sauh](https://image.idntimes.com/post/20260402/1001407261_cfa4f7e7-daf7-4d18-9752-1973e134e9a6.jpg)
![[PUISI] Kencan yang Tersisa di Ingatan](https://image.idntimes.com/post/20251020/pexels-cottonbro-10071546_8ac9ec72-5005-4268-8b8a-7255e82966ff.jpg)
![[PUISI] Kepada Sepertiga Malam](https://image.idntimes.com/post/20260403/pexels-mfbeki-36429606_91f36501-17a0-43cf-849e-0e0d73bcde49.jpg)
![[PUISI] Rindu Rumah](https://image.idntimes.com/post/20260404/ainsley-myles-gm_4bfmtibk-unsplash_c5b3a775-48a5-45ec-87bd-d3d9280c0052.jpg)
![[PUISI] Setipis Alasan](https://image.idntimes.com/post/20260326/pexels-jokassis-5534410_64afcb4e-3a33-4cfe-8ca6-b8984a804bc0.jpg)
![[PUISI] Tak Berupa dan Terasa Nyata](https://image.idntimes.com/post/20250725/pexels-jose-david-sinza-458090456-15674505-1_0d5c5e17-d818-4ddb-89d3-e5d5258fc733.jpg)
![[PUISI] Perih yang Tidak Terlihat](https://image.idntimes.com/post/20240614/yosi-prihantoro-gxueqetpjms-unsplash-f96a2f31398211c36c1d614d2c908814-b90fa48e265e3e1bbcb91d220c468307.jpg)
![[PUISI] Tentang Kesepian yang Ingin Kubagi Denganmu](https://image.idntimes.com/post/20260403/pexels-doci-2215518-11963485_1d2f3421-6ef1-460d-83f8-6a6385f4ddf3.jpg)
![[PUISI] Ruang yang Belum Terisi](https://image.idntimes.com/post/20251109/pexels-m-venter-792254-1659437_b54f4955-a061-4f8b-a25e-5662d5f0c398.jpg)
![[PUISI] Semanis Madu](https://image.idntimes.com/post/20250629/screenshot-2025-06-29-151823_da0cf931-2720-4c44-8728-a530eded57a2.png)