Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[CERPEN] Cahaya Tersembunyi di Balik Kepalan Tangan

[CERPEN] Cahaya Tersembunyi di Balik Kepalan Tangan
Ilustrasi Sedekah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Di sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau, tinggallah seorang kakek tua bernama Pak Atang. Pak Atang adalah seorang petani yang hidup sederhana dan dermawan.

Meskipun hidup pas-pasan, Pak Atang selalu menyisihkan sebagian hasil panennya untuk disedekahkan kepada fakir miskin dan anak yatim piatu.

Suatu hari, Pak Atang bertemu dengan seorang anak kecil yang kelaparan. Anak itu terlihat sangat kurus dan lemah. Pak Atang merasa iba dan memberikan sebagian makan siangnya kepada anak itu.

Percakapan dengan Anak Kecil:

Anak kecil: "Pak Kakek, bolehkah saya minta sedikit makanan? Saya lapar sekali."

Pak Atang: "Tentu saja, Nak. Mari makan bersama Kakek."

Anak kecil: "Terima kasih banyak, Pak Kakek. Saya sangat lapar."

Pak Atang: "Jangan sungkan, Nak. Makanlah secukupnya."

Setelah anak itu selesai makan, Pak Atang memberikannya beberapa keping uang.

Pak Atang: "Nak, ini ada sedikit uang untukmu. Belilah makanan untuk nanti."

Anak kecil: "Terima kasih banyak, Pak Kakek. Saya sangat berterimakasih."

Pak Atang tersenyum dan berkata, "Nak, ingatlah selalu untuk berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. Kebaikanmu akan dibalas dengan kebahagiaan."

Anak itu mengangguk dengan penuh semangat. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu membantu orang lain yang membutuhkan.

Sejak saat itu, Pak Atang semakin rajin bersedekah. Ia tidak hanya memberikan makanan dan uang, tetapi juga membantu orang lain dengan berbagai cara.

Pak Atang membantu tetangganya yang sakit, mengajar anak-anak yang putus sekolah, dan membantu orang lain yang mengalami kesulitan.

Kebaikan Pak Atang membawa banyak berkah bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Ia selalu merasa bahagia dan dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

Pak Atang menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia menunjukkan kepada mereka bahwa dengan bersedekah, kita dapat membawa kebahagiaan dan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ahmad Baihaqi Salam
EditorAhmad Baihaqi Salam
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Jendela yang Terbuka

07 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Asal Bapak Senang

[PUISI] Asal Bapak Senang

06 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rindu Rumah

[PUISI] Rindu Rumah

05 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Setipis Alasan

[PUISI] Setipis Alasan

04 Apr 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Semanis Madu

[PUISI] Semanis Madu

03 Apr 2026, 22:08 WIBFiction
[PUISI] Cerita Akhir Maret

[PUISI] Cerita Akhir Maret

03 Apr 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Jedalah Sejenak

[PUISI] Jedalah Sejenak

03 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Rumah Ternyaman

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction