Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Jenis Oolong Tea yang Jarang Diketahui, Wajib Dicoba Pencinta Teh!
ilustrasi teh oolong (pexels.com/Hc Digital)

Pernah merasa bosan dengan teh yang itu-itu saja, padahal dunia teh menyimpan banyak rasa yang belum kamu kenal? Banyak orang hanya berhenti di teh hijau atau teh hitam, tanpa tahu bahwa ada satu jenis teh yang punya karakter unik di antara keduanya. Di sinilah oolong tea hadir dengan rasa yang bisa ringan, floral, hingga pekat dan kompleks. 

Sayangnya, tak semua jenis oolong mendapat sorotan, bahkan sebagian masih asing di kalangan pencinta teh sekalipun. Padahal, setiap varian oolong menyimpan karakter rasa, aroma, dan pengalaman minum yang begitu beragam. Kalau kamu ingin memperluas selera dan menemukan sensasi baru dalam menikmati teh, daftar ini sayang banget untuk dilewatkan! 


1. Tie guan yi atau iron goddess of mercy

ilustrasi tie guan yi oolong tea (vecteezy.com/JOYI CHANG)

Tidak sedikit yang beranggapan semua oolong identik dengan rasa kuat dan cenderung pahit, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Tie guan yin justru menawarkan profil rasa yang lebih ringan, floral, dengan sentuhan creamy yang lembut di lidah. Berasal dari Tiongkok, jenis ini kerap menjadi pilihan awal bagi pemula yang ingin mulai mengenal dunia oolong

Jika kamu terbiasa minum teh celup biasa, rasa kompleksnya mungkin terasa asing di awal. Namun, sensasi aftertaste yang lembut justru bikin nagih dan berbeda dari teh pada umumnya. Coba seduh dengan suhu air yang tidak terlalu panas agar aromanya tetap terjaga dan tidak terlalu getir. 


2. Da hong pao atau big red robe

ilustrasi da hong pao (commons.wikimedia.org/Hemanshu)

Sering kali kita mencari teh yang “nendang” untuk menemani waktu santai, tapi justru berakhir dengan rasa yang terlalu pahit. Da hong pao hadir dengan karakter roasted yang kuat, tapi tetap halus di lidah. Teh ini terkenal sebagai salah satu oolong paling legendaris dengan sejarah panjang di Tiongkok. 

Aroma panggangnya yang khas dengan sentuhan manis ringan cocok untuk kamu yang mencari pengalaman minum teh yang lebih kaya. Namun, jika diseduh terlalu lama, rasanya bisa berubah terlalu kuat dan kehilangan keseimbangan. Sebaiknya gunakan waktu seduh yang singkat agar karakter alaminya tetap terasa tanpa berlebihan. 


3. Oriental beauty atau bai hao oolong

ilustrasi bai hao oolong (pixabay.com/bor-onno)

Pernah merasa teh terasa terlalu “biasa” tanpa kejutan rasa yang menarik? Oriental beauty menawarkan profil rasa yang unik dengan sentuhan madu dan buah. Keunikan ini muncul karena proses alami dari gigitan serangga kecil pada daun teh. 

Bagi sebagian orang, konsep ini mungkin terasa tidak biasa dan sempat menimbulkan keraguan. Namun, justru dari proses unik inilah lahir cita rasa yang benar-benar berbeda dan sulit ditemukan pada jenis teh lain. Jika kamu mencari sensasi baru yang out of the box, varian ini layak masuk daftar yang wajib dicoba.


4. Milk oolong atau jin xuan

ilustrasi jin xuan oolong (commons.wikimedia.org/Difference engine)

Banyak orang langsung berasumsi bahwa sensasi creamy pada teh pasti berasal dari tambahan susu, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Milk oolong justru menghadirkan kelembutan rasa menyerupai susu secara alami, tanpa campuran apa pun. Keunikan ini sering membuatnya keliru dianggap sebagai teh berperisa, meski sebenarnya murni dari karakter daun dan prosesnya. 

Padahal, keunikannya berasal dari varietas daun teh dan proses pengolahannya. Sensasi smooth ini cocok untuk kamu yang tidak terlalu suka rasa teh yang tajam. Nikmati tanpa tambahan gula agar karakter aslinya lebih terasa.


5. Phoenix dan cong

ilustrasi phoenix dan cong (pixabay.com/bor-onno)

Sering kali kita bosan dengan teh yang rasanya itu-itu saja tanpa variasi. Phoenix dan cong dikenal dengan aroma yang menyerupai buah atau bunga tertentu, seperti persik atau anggrek. Setiap variannya bisa memiliki rasa yang sangat berbeda meskipun berasal dari jenis yang sama. 

Kondisi ini sering membuat orang ragu menentukan pilihan pertama. Padahal, justru di situlah daya tariknya karena setiap cangkir menawarkan sensasi yang berbeda dan tidak membosankan. Untuk memulainya, pilih varian dengan aroma yang paling dekat dengan seleramu agar lebih mudah dinikmati.


6. Ali shan oolong

ilustrasi ali shan oolong (pexels.com/Jose Stauffenberg)

Tidak sedikit orang mencari teh yang bisa memberikan efek relaksasi setelah hari yang melelahkan. Ali shan oolong yang berasal dari pegunungan Taiwan, menawarkan rasa yang segar dan ringan. Aroma floral-nya terasa menenangkan, cocok diminum saat sore hari. 

Sayangnya, popularitasnya masih sering tertinggal dibanding teh herbal maupun green tea yang lebih dikenal luas. Padahal, karakter rasa dan kandungannya sama-sama mampu membantu menciptakan suasana yang lebih tenang. Cobalah menyeduhnya dengan perlahan sambil menikmati momen santai agar sensasi relaksasinya terasa lebih maksimal. 


7. Wuyi rock oolong atau yancha

ilustrasi wuyi rock oolong atau yancha (commons.wikimedia.org/Nadav Spiegelman)

Banyak yang ingin mencoba teh premium, tapi bingung memilih yang benar-benar worth it. Wuyi rock oolong dikenal dengan karakter mineral yang khas karena ditanam di daerah bebatuan. Rasa unik ini sering dianggap terlalu “aneh” bagi yang belum terbiasa. 

Justru di situlah daya tarik utamanya yang membuatnya menonjol dibanding teh lainnya. Karakter earthy yang berpadu dengan sentuhan roasted menghadirkan rasa yang lebih berlapis dan berkesan. Kalau masih ragu, mulai saja dari porsi kecil agar lidah punya waktu beradaptasi dengan keunikannya. 


8. Shui xian oolong

ilustrasi shui xian oolong (commons.wikimedia.org/Difference engine)

Kadang kita mencari teh yang tidak terlalu kompleks tapi tetap punya karakter. Shui xian menawarkan rasa yang lebih sederhana dengan sentuhan kayu dan floral ringan. Teh ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati oolong tanpa terlalu banyak layer rasa. 

Tak sedikit orang mengabaikannya karena dinilai kurang menggugah. Padahal, justru kesederhanaannya membuat teh ini terasa ringan dan mudah dinikmati kapan saja. Seduh dengan durasi yang konsisten agar cita rasanya tetap seimbang di setiap cangkir. 


9. Dong ding oolong

ilustrasi dong ding oolong (commons.wikimedia.org/Waliy sherpa)

Kadang kita ingin teh yang bisa diminum kapan saja tanpa membuat perut terasa tidak nyaman. Dong ding oolong punya keseimbangan rasa antara manis, gurih, dan sedikit panggang yang menenangkan. Teh asal Taiwan ini cocok diminum saat pagi maupun sore hari. 

Tak sedikit orang mengabaikannya hanya karena namanya belum sepopuler jenis teh lain yang lebih dikenal. Padahal, profil rasanya justru bersahabat dan mudah diterima, terutama bagi kamu yang baru mulai menjelajahi oolong. Seduh dengan suhu air sekitar 85–90°C agar karakter alaminya keluar optimal tanpa terasa pahit berlebihan. 


10. Baozhong oolong atau pouchong

ilustrasi baozhong oolong atau pouchong (commons.wikimedia.org/Richard Corner)

Tak jarang kita mencari teh yang ringan seperti green tea, tapi tetap punya karakter yang terasa berbeda. Baozhong oolong hadir dengan tingkat oksidasi rendah, menghasilkan rasa yang segar, lembut, dan mudah dinikmati. Menariknya, masih banyak yang belum menyadari bahwa teh ini sebenarnya termasuk dalam keluarga oolong. 

Karena ringan, teh ini cocok diminum oleh pemula yang ingin beralih dari teh hijau. Aromanya yang lembut membuatnya nyaman diminum tanpa rasa berat di lidah. Jika ingin mulai eksplorasi oolong, jenis ini bisa jadi langkah awal yang aman. 

Dunia oolong tea ternyata jauh lebih luas dan menarik dari yang sering kita bayangkan. Dengan mencoba berbagai jenisnya, kamu bisa menemukan rasa yang paling cocok sekaligus memperkaya pengalaman minum teh sehari-hari. Jadi, jangan ragu untuk mulai eksplorasi dan temukan favoritmu sendiri dari setiap seduhan. 




This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article