Kolang-kaling berasal dari buah pohon aren atau Arenga pinnata yang dalam setiap 100 gram, sekitar 94 persen mengandung air dan sisanya serat yang membantu sistem pencernaan. Kandungan serat dapat mencegah sembelit dan melancarkan BAB. Teksturnya kenyal dan mengkilap, sehingga sering digunakan untuk berbagai hidangan, terutama saat bulan Ramadan.
Kesalahan penyimpanan bisa membuat tekstur kolang-kaling berubah dan berbau asam. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menyimpan kolang-kaling dengan benar supaya kesegarannya tetap terjaga. Berikut tiga cara menyimpan kolang-kaling yang bisa dipraktikkan di rumah.
