Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Tips Bikin Nugget Pisang, Renyah Tahan Lama dan Gak Lembek

6 Tips Bikin Nugget Pisang, Renyah Tahan Lama dan Gak Lembek
Ilustrasi nugget pisang (pexels.com/UNDO KIM)
Intinya Sih
  • Artikel membahas enam langkah penting membuat nugget pisang yang renyah, mulai dari pemilihan jenis pisang hingga cara penyimpanan setelah digoreng.
  • Teknik utama meliputi penggunaan pisang padat, takaran adonan seimbang, proses kukus matang, pendinginan di kulkas, serta pelapisan ganda untuk hasil lebih krispi.
  • Ditekankan pentingnya tidak menutup nugget saat masih panas agar lapisan tepung tetap kering dan renyah, cocok dijadikan camilan atau ide bisnis kekinian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Selain pisang goreng, pisang yang diolah menjadi nugget juga jadi makanan favorit banyak orang. Aromanya yang legit dengan balutan tepung panir yang renyah memang paling enak disantap saat masih hangat.

Selain pas jadi camilan bersama keluarga, olahan pisang yang satu ini juga cocok jadi ide bisnis, dengan tambahan berbagai topping yang membuat rasanya makin rich. Jika kamu berniat membuka usaha pisang nugget, kamu wajib simak 5 tips bikin nugget pisang yang renyah tahan lama dan gak cepat lembek berikut ini..

1. Pilih jenis pisang yang tepat

Ilustrasi pisang (freepik.com/KamranAydinov)
Ilustrasi pisang (freepik.com/KamranAydinov)

Gunakan pisang yang teksturnya padat dan tidak terlalu berair seperti pisang kepok atau pisang tanduk. Hindari pisang yang terlalu lembek dan berair karena bisa bikin adonan basah dan hasil akhirnya mudah lembek.

Pilih pisang yang sudah matang tapi belum terlalu lembek, berwarna kuning dengan sedikit bercak hitam. Jenis pisang tersebut biasanya lebih manis dan empuknya pas.

2. Perhatikan takaran adonan

Ilustrasi memasak
Ilustrasi memasak (pexels.com/Mikail Nilov)

Takaran adonan juga menjadi kunci kerenyahan dan rasa akhir dari camilan yang satu ini. Agar tekstur nugget lebih kokoh, pastikan takaran tepung terigunya tepat. Jika terlalu banyak, hasil akhirnya bisa keras.

Tambahkan sedikit tepung maizena atau susu bubuk agar lebih padat. Bisa juga dicampur dengan sedikit tepung roti di dalam adonan. Dengan komposisi bahan yang seimbang dan tepat, tekstur nugget tetap lembut di dalam tapi gak benyek di luar.

3. Kukus sampai matang dan padat

Ilustrasi persiapan mengukus
Ilustrasi persiapan mengukus (freepik.com/pvproductions)

Setelah adonan dituang ke loyang, kukus hingga matang sempurna kurang lebih selama 20-30 menit. Kalau kurang matang, bagian dalam masih lembab dan bikin nugget cepat lembek setelah dingin.

Cek kematangannya dengan tusuk gigi, kalau sudah tidak lengket, artinya siap diangkat. Oh iya, jangan lupa bungkus tutup kukusan dengan kain bersih sebagai penyerap uap panas agar tidak menetes ke adonan yang akan membuat teksturnya lembek.

4. Diamkan dan simpan di kulkas sebelum digoreng

Ilustrasi menyimpan nugget di dalam kulkas
Ilustrasi menyimpan nugget di dalam kulkas (pexels.com/Meruyert Gonullu)

Setelah dikukus, biarkan dingin dulu, lalu simpan di kulkas minimal 1 jam sebelum dipotong dan dilapisi tepung roti. Simpan dalam kondisi terbuka tanpa tutup supaya permukaannya tetap kering. Tahap ini membantu tekstur nugget menjadi lebih padat, mudah dipotong, tidak hancur saat dilapisi tepung roti, dan menghasilkan gorengan yang renyah.

5. Gunakan teknik double coating

Double coating
Double coating (freepik.com/freepik)

Lapisi nugget dengan tepung terigu, celupan telur, dan tepung roti secara berurutan. Setelah pelapisan pertama selesai, celupkan kembali ke telur lalu baluri lagi dengan tepung roti untuk menciptakan lapisan yang lebih tebal dan renyah.

Kemudian susun nugget di wadah bersih lalu simpan lagi dalam kulkas hingga set. Cara ini akan membuat lapisan tepung panir lebih menyatu sehingga tidak ambyar ketika digoreng.

6. Hindari menutup nugget saat masih panas

Ilustrasi meniriskan minyak
Ilustrasi meniriskan minyak (pexels.com/Lucas Mosesson)

Setelah digoreng, jangan langsung menyimpan nugget pisang dalam wadah tertutup. Uap panas yang terperangkap akan berubah menjadi embun dan membuat lapisan tepung cepat lembek.

Sebaiknya tiriskan di atas rak kawat hingga suhu ruang sebelum diberi topping atau dikemas. Cara ini sangat penting terutama jika nugget pisang akan dijual atau disimpan untuk beberapa jam.

Nugget pisang yang renyah di luar dan lembut di dalam memang punya daya tarik tersendiri. Ditambah topping cokelat, keju, atau matcha yang melimpah, camilan ini semakin sulit ditolak. Tekstur yang tetap renyah meski sudah agak dingin juga menjadi nilai tambah, terutama jika kamu ingin menjadikannya sebagai ide jualan.

So, jangan lupa terapkan tips di atas sebelum mulai bisnis nugget pisang ya. Semoga membantu dan selamat mencoba.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More