Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Crab Stick Terbuat dari Daging Kepiting? Ini Fakta Sebenarnya

Apakah Crab Stick Terbuat dari Daging Kepiting? Ini Fakta Sebenarnya
ilustrasi crab stik (magnific.com/azerbaijan_stockers)
Intinya Sih
  • Banyak orang salah paham karena mengira crab stick terbuat dari daging kepiting, padahal tampilannya memang sengaja dibuat menyerupai serat dan warna kepiting asli.

  • Bahan utama crab stick berasal dari surimi, yaitu pasta ikan yang diolah dengan bumbu dan perasa agar memiliki aroma serta rasa mirip daging kepiting.

  • Sebagian produk menambahkan sedikit ekstrak atau daging kepiting sebagai penguat rasa, namun mayoritas komposisinya tetap berbasis ikan olahan yang praktis dan terjangkau.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Saat menikmati sushi, salad, atau seafood platter, banyak orang mengira crab stick terbuat dari daging kepiting seperti namanya. Bentuknya yang menyerupai serat daging kepiting serta cita rasanya yang khas memang membuat asumsi tersebut terdengar masuk akal. Namun, tidak sedikit yang terkejut ketika mengetahui bahwa bahan utama crab stick ternyata berbeda dari yang dibayangkan.

Fakta ini kerap membuat banyak orang penasaran karena crab stick yang selama ini dianggap berbahan kepiting ternyata memiliki proses pembuatan yang berbeda. Dari bahan baku hingga teknik pengolahannya, ada sejumlah hal menarik yang jarang diketahui oleh konsumen. Kalau kamu ingin mengetahui apa sebenarnya isi crab stick dan alasan makanan ini begitu populer, yuk simak fakta-fakta berikut sampai selesai.

1. Nama crab stick sering membuat banyak orang salah paham

ilustrasi crab stick
ilustrasi crab stick (vecteezy.com/Bigc Studio)

Saat pertama kali melihat crab stick, banyak orang langsung menganggap produk ini terbuat dari daging kepiting. Anggapan tersebut muncul karena nama, bentuk, dan cita rasanya memang dirancang menyerupai kepiting asli. Tidak heran jika crab stick sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati sensasi seafood dengan harga lebih terjangkau.

Namun, di balik tampilannya yang menyerupai kepiting, bahan utama crab stick ternyata bukan daging kepiting utuh seperti yang banyak orang kira. Kesalahpahaman ini masih sering ditemukan, terutama karena tidak semua konsumen terbiasa memeriksa daftar komposisi pada kemasan produk. Oleh sebab itu, memahami bahan pembuat crab stick dapat membantu kamu mengenali produk ini dengan lebih baik sebelum mengonsumsinya.

2. Bahan utama crab stick biasanya berasal dari ikan olahan

ilustrasi surimi atau olahan ikan
ilustrasi surimi atau olahan ikan (commons.wikimedia.org/Sjschen (Sjschen))

Banyak orang terkejut ketika mengetahui bahwa crab stick lebih banyak dibuat dari daging ikan dibandingkan kepiting. Produk ini umumnya menggunakan surimi, yaitu pasta ikan yang dihaluskan hingga memiliki tekstur lembut dan elastis. Jenis ikan yang digunakan biasanya memiliki rasa netral sehingga mudah diolah menjadi berbagai produk makanan.

Setelah diolah, surimi dicampur dengan berbagai bumbu, perasa, dan bahan tambahan yang dirancang untuk menghasilkan aroma serta rasa yang menyerupai daging kepiting. Proses tersebut membuat crab stick memiliki tampilan berserat dan cita rasa khas seafood yang sekilas sulit dibedakan dari kepiting asli. Karena tidak menggunakan daging kepiting sebagai bahan utama, produk ini dapat dipasarkan dengan harga yang lebih terjangkau tanpa menghilangkan sensasi rasa yang disukai banyak orang.

3. Sebagian produk memang mengandung ekstrak atau daging kepiting

ilustrasi crab stick siap pakai
ilustrasi crab stik siap pakai (commons.wikimedia.org/CHAIUyanmt_Geiwsizo)

Saat memperhatikan label komposisi, kamu mungkin akan menemukan beberapa produk crab stick yang memang mencantumkan adanya kandungan kepiting di dalamnya. Namun, porsi penggunaannya biasanya sangat kecil karena hanya berfungsi sebagai penguat rasa, bukan bahan utama. Tambahan kecil tersebut membantu menghadirkan aroma dan cita rasa yang lebih mirip dengan daging kepiting asli tanpa mengubah komposisi utamanya.

Meski begitu, sebagian besar komposisinya tetap berasal dari surimi atau bahan ikan olahan lainnya. Hal ini sering membuat konsumen bingung karena mengira seluruh isi produk berasal dari kepiting. Oleh sebab itu, membaca label kemasan dapat membantu memahami kandungan sebenarnya sebelum membeli.

4. Tekstur dan warna crab stick dibuat menyerupai kepiting asli

ilustrasi crab stick yang menyerupai daging kepiting asli
ilustrasi crab stick yang menyerupai daging kepiting asli (commons.wikimedia.org/Frrrrred)

Pernah memperhatikan bagian dalam crab stick yang memiliki serat-serat mirip daging kepiting? Tampilan tersebut bukan terjadi secara alami, melainkan hasil dari proses pengolahan yang dirancang secara khusus. Adonan surimi dibentuk berlapis-lapis sehingga menghasilkan tekstur yang mudah disuwir seperti kepiting. 

Lapisan luar crab stick kemudian diberi pewarna merah atau oranye yang sengaja dibuat menyerupai warna cangkang kepiting asli. Teknik visual ini membuat tampilannya terlihat semakin mirip dengan daging kepiting, sehingga sering mengecoh orang yang baru pertama kali melihatnya. Walaupun hanya produk olahan tiruan, desain tampilannya yang menarik justru menjadi salah satu alasan crab stick mudah diterima dan populer dalam berbagai hidangan.

5. Crab stick banyak digunakan karena praktis dan serbaguna

ilustrasi sushi crab stick
ilustrasi sushi crab stick (pexels.com/Yang Hao)

Di tengah aktivitas yang padat, banyak orang mencari bahan makanan yang mudah diolah tanpa memerlukan banyak persiapan. Crab stick menjadi salah satu pilihan karena sudah matang dan dapat langsung digunakan dalam berbagai menu. Produk ini sering ditemukan dalam sushi, salad, sup, hingga camilan rumahan yang sederhana. 

Selain mudah diolah, crab stick juga memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan kepiting segar yang biasanya lebih mahal di pasaran. Faktor inilah yang membuat produk ini semakin populer dan banyak dipilih oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar yang mencari menu praktis hingga keluarga yang ingin hidangan cepat saji. Meski bukan berasal dari daging kepiting asli, crab stick tetap menawarkan rasa yang enak, praktis, dan cocok untuk berbagai jenis olahan makanan.

Crab stick memang sering dikira terbuat dari daging kepiting, padahal bahan utamanya umumnya berasal dari surimi atau pasta ikan yang telah diolah. Meski begitu, beberapa produk dapat mengandung sedikit ekstrak atau daging kepiting untuk memperkuat cita rasanya, sehingga penting untuk selalu membaca informasi pada kemasan. Jadi, sekarang sudah tahu kan fakta sebenarnya di balik crab stick yang sering menemani berbagai hidangan favorit?

Referensi: 

“Analysis Critical Control Point (CCP) in Frozen Surimi Production in PT. Bintang Karya Laut, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah.” Journal of Marine and Coastal Science. Diakses Juni 2026. https://e-journal.unair.ac.id/JMCS/article/view/21159

“Karakteristik Surimi dari Campuran Daging Manyung dan Cucut.” Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada. Diakses Juni 2026. https://journal.ugm.ac.id/jfs/article/view/8934

“Analisis dan Mutu Mikrobiologi Pada Bahan Baku Pembuatan Surimi dari Daging Ikan Layang (Decapterus sp) dan Daging Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Selama Penyimpanan.” Jurnal Sains Sosial dan Humaniora (JSSH). Diakses Juni 2026. https://jurnal.ummu.ac.id/index.php/jssh/article/view/1757

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More