4 Cara Menyimpan Alpukat agar Tidak Busuk dan Menghitam

Alpukat jadi buah favorit banyak orang, terutama di bulan Ramadan seperti sekarang. Jika biasanya alpukat diolah menjadi jus, di bulan Ramadan, alpukat menjadi salah satu bahan untuk membuat es teler dan minuman segar lainnya. Saking sukanya, orang membeli alpukat dalam jumlah banyak dan menyimpannya sebagai stok.
Namun sama seperti buah lainnya, alpukat juga bisa busuk jika cara menyimpannya salah. Buat kamu yang suka makan buah hijau ini, tapi bingung gimana cara menyimpan alpukat agar tidak cepat busuk, kamu bisa coba beberapa cara di bawah ini!
1. Bungkus alpukat dengan menggunakan kertas bekas

Cara pertama, kamu bisa membungkus alpukat yang belum sepenuhnya matang dengan menggunakan kertas bekas, baik itu kertas koran, kertas roti, atau jenis kertas apapun. Setelah dibungkus rapat, letakkan alpukat di atas meja di suhu ruangan. Kenapa harus kertas? Ini karena kertas dapat menyerap uap yang dapat memicu terjadinya pembusukan.
Selain membungkus alpukat dengan kertas bekas, kamu juga bisa banget memasukkan alpukat ke dalam kantong kertas dan menutupnya rapat. Untuk menghindari alpukat terlalu matang atau busuk, kamu bisa mengecek kematangan alpukat setiap hari dengan menekan bagian buah menggunakan jari. Alpukat yang sudah matang memiliki tekstur daging yang empuk dan gak keras ketika kulitnya ditekan oleh jari.
2. Simpan di dalam beras

Bisa dibilang, menyimpan alpukat dengan beras merupakan trik legendaris. Banyak orang tua zaman dulu kerap menyimpan alpukat di dalam wadah beras. Caranya cukup masukkan alpukat yang belum matang ke dalam wadah berisi beras, lalu tutupi seluruh permukaan alpukat dengan beras. Beras membantu mengisolasi gas etilen yang bikin alpukat berubah warna menjadi kecoklatan, dan busuk. Selain itu, suhu hangat di dalam wadah beras juga dipercaya membuat alpukat jadi cepat matang. Oh ya, pastikan beras yang digunakan masih dalam keadaan kering, ya!
3. Simpan alpukat di suhu dingin

Jika alpukat yang kamu punya sudah matang, tapi kamu belum bisa mengonsumsinya, maka kulkas menjadi tempat paling aman untuk menyimpannya. Seperti yang kita tahu, kulkas memiliki suhu yang sangat dingin. Nah pada alpukat, suhu dingin ini bisa membantu menghambat proses pematangan.
Alhasil alpukat yang hampir atau bahkan sudah matang, bisa tetap segar. Namun tentu aja kamu gak bisa menyimpan alpukat dalam jangka waktu terlalu lama. Normalnya alpukat matang bisa bertahan selama 3-5 hari di dalam kulkas. Lewat dari itu, proses pembusukan akan tetap berlangsung dan membuat rasa, warna, maupun tekstur alpukat berubah.
4. Mengoleskan air perasan jeruk nipis

Jika alpukat yang kamu miliki sudah dikupas dan dipotong-potong, menyimpannya di kulkas saja gak akan cukup untuk memperlambat pembusukan. Solusinya, kamu bisa mengoleskan air perasan jeruk nipis atau air perasan lemon ke setiap potongan alpukat. Setelah itu, bungkus alpukat dengan menggunakan plastik wrap sebelum disimpan di dalam kulkas.
Kenapa harus air jeruk nipis atau lemon? Ini karena air perasan jeruk nipis maupun lemon mengandung zat asam sitrat yang bersifat antioksidan. Zat asam inilah yang akan memperlambat oksidasi pada buah alpukat, dan menjaganya tetap segar dalam waktu beberapa hari.
Berbeda dengan buah lain, alpukat memang bukan jenis buah yang bisa disimpan dalam waktu lama, terutama jika kamu membelinya dalam kondisi matang. Untuk menghindari alpukat yang terbuang percuma, sebaiknya hindari membeli alpukat matang dalam jumlah banyak. Selain itu, kamu juga bisa membeli alpukat yang belum matang untuk konsumsi jangka panjang.
















