Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Membedakan Ubi yang Masih Segar dan yang Sudah Lama Disimpan
ilustrasi ubi (freepik.com/stockking)
  • Ubi segar ditandai kulit utuh, tidak keriput, tanpa bercak gelap, serta terasa padat dan berat saat dipegang karena kandungan airnya masih terjaga.
  • Bagian dalam ubi segar tampak cerah, bersih, lembap, dan beraroma netral; sedangkan ubi lama menunjukkan warna menghitam, kering, atau berbau asam.
  • Tunas kecil, bentuk keriput, dan tekstur lembek menandakan ubi sudah melewati masa terbaiknya sehingga kualitas rasa dan hasil masakan menurun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
kini

Artikel memberikan panduan cara membedakan ubi yang masih segar dan yang sudah lama disimpan agar pembaca dapat memilih bahan berkualitas untuk masakan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Panduan praktis untuk mengenali perbedaan antara ubi yang masih segar dan ubi yang sudah lama disimpan agar hasil masakan tetap berkualitas.
  • Who?
    Informasi ini ditujukan bagi masyarakat atau konsumen yang ingin memilih bahan makanan, khususnya ubi, dalam kondisi terbaik.
  • Where?
    Penerapan cara ini dapat dilakukan di pasar tradisional, supermarket, atau tempat penyimpanan bahan pangan rumah tangga.
  • When?
    Dapat diterapkan kapan saja saat membeli atau memeriksa persediaan ubi sebelum digunakan untuk memasak.
  • Why?
    Agar masyarakat dapat menghindari penggunaan ubi yang kualitasnya menurun dan memastikan cita rasa serta tekstur masakan tetap baik.
  • How?
    Dengan memperhatikan kondisi kulit, tekstur saat dipegang, warna bagian dalam, aroma, serta adanya tunas atau perubahan bentuk pada ubi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang mau masak pakai ubi yang enak. Ubi yang baru warnanya cerah, kulitnya halus, dan baunya segar. Kalau ubinya lama disimpan, kulitnya keriput, ada bintik hitam, dan baunya aneh. Kadang juga tumbuh tunas kecil. Jadi orang harus lihat, pegang, dan cium dulu supaya tahu ubinya masih bagus atau tidak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menonjolkan sisi positif dari pengetahuan praktis dalam memilih bahan makanan yang berkualitas. Dengan memahami ciri-ciri ubi segar melalui tampilan, tekstur, dan aroma, pembaca dapat lebih percaya diri saat berbelanja. Panduan sederhana ini membantu menjaga cita rasa masakan tetap optimal sekaligus mendorong kebiasaan memilih bahan secara cermat dan sadar kualitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memilih ubi yang masih segar penting agar hasil masakan terasa enak dan teksturnya sesuai harapan. Ubi yang kondisinya sudah terlalu lama disimpan biasanya mengalami perubahan pada rasa, aroma, dan tekstur saat dimasak. Dengan mengenali cirinya sejak awal, kamu bisa menghindari bahan yang kurang layak digunakan.

Perbedaan antara ubi segar dan yang sudah lama sebenarnya bisa dilihat dari beberapa tanda sederhana. Mulai dari tampilan kulit hingga kondisi bagian dalam saat dipotong, semuanya memberi petunjuk yang cukup jelas. Berikut beberapa cara yang bisa kamu perhatikan saat memilih ubi.

1. Perhatikan kondisi kulit luar

ilustrasi ubi (freepik.com/rawpixel.com)

Ubi yang masih segar biasanya memiliki kulit yang terlihat utuh, tidak keriput, dan tidak banyak bercak gelap. Permukaannya terasa cukup kencang saat ditekan dengan jari. Warna kulit juga terlihat lebih cerah sesuai jenisnya.

Sebaliknya, ubi yang sudah lama disimpan cenderung memiliki kulit yang mulai keriput dan terlihat kusam. Bercak hitam atau bagian yang tampak membusuk juga sering muncul di beberapa titik. Kondisi ini menandakan kualitasnya sudah menurun dan sebaiknya tidak dipilih.

2. Cek tekstur saat dipegang

ilustrasi ubi (freepik.com/stockking)

Ubi segar terasa padat dan agak berat saat dipegang karena kandungan airnya masih terjaga. Saat ditekan, permukaannya tidak mudah penyok dan tetap terasa kokoh. Tekstur seperti ini biasanya menghasilkan hasil masakan yang lebih baik.

Jika ubi terasa ringan atau agak lembek saat ditekan, kemungkinan sudah kehilangan kelembapan alaminya. Kondisi ini bisa membuat hasil masakan menjadi kurang enak dan teksturnya tidak konsisten. Ubi seperti ini sebaiknya dihindari.

3. Lihat bagian dalam saat dipotong

ilustrasi ubi (pexels.com/Loren Biser)

Saat ubi dipotong, bagian dalam yang segar akan terlihat cerah dan bersih tanpa bercak aneh. Teksturnya terasa padat dan sedikit lembap saat disentuh. Warna dagingnya juga terlihat merata.

Jika terdapat bagian yang menghitam, berlubang, atau terlihat kering di dalam, itu menandakan ubi sudah tidak dalam kondisi baik. Perubahan ini biasanya memengaruhi rasa saat dimasak. Ubi seperti ini sebaiknya tidak digunakan.

4. Perhatikan aroma yang keluar

ilustrasi ubi (freepik.com/stockking)

Ubi segar memiliki aroma yang ringan dan tidak menyengat saat dipotong. Baunya cenderung netral dengan sedikit aroma khas tanah yang masih segar. Aroma ini menandakan kondisi bahan masih baik.

Jika tercium bau asam atau tidak sedap, itu menunjukkan adanya perubahan di dalam ubi. Aroma seperti ini biasanya muncul karena proses penyimpanan yang terlalu lama. Ubi dengan kondisi ini sebaiknya tidak dikonsumsi.

5. Cek adanya tunas atau perubahan bentuk

ilustrasi ubi yang bertunas (freepik.com/ilovehz)

Ubi yang sudah terlalu lama disimpan sering mulai bertunas atau muncul bagian yang memanjang seperti akar kecil. Bentuknya juga bisa berubah menjadi lebih keriput dan tidak padat. Kondisi ini menandakan ubi sudah melewati masa terbaiknya.

Meskipun masih bisa digunakan dalam beberapa kondisi, kualitas rasanya biasanya sudah menurun. Tekstur saat dimasak juga tidak akan sebaik ubi yang masih segar. Memilih ubi tanpa tanda seperti ini akan memberi hasil yang lebih memuaskan.

Membedakan ubi segar dan yang sudah lama bisa dilakukan dengan memperhatikan tampilan, tekstur, dan aroma. Setiap tanda memberi petunjuk yang jelas tentang kualitas bahan tersebut. Dengan memilih ubi yang masih baik, hasil masakan akan terasa lebih enak dan sesuai harapan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei

Related Article