Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Jenis Kopi Kuno di Dunia yang Harganya Capai Ratusan Dolar

5 Jenis Kopi Kuno di Dunia yang Harganya Capai Ratusan Dolar
ilustrasi kopi (pexels.com/Chevanon Photography)
Share Article

Buat pencinta kopi sejati, secangkir kopi bukan cuma soal kafein buat begadang atau menemani pagi hari. Ada beberapa jenis kopi kuno di dunia yang justru dihargai sampai ratusan dolar per pon berkat sejarah panjang, proses produksi unik, sampai kelangkaan bahan baku yang benar-benar nyata. Beberapa di antaranya bahkan sudah ada sejak berabad-abad lalu dan tetap eksis sampai sekarang meski produksinya makin terbatas.

Kalau kamu penasaran kopi apa aja yang statusnya sudah setara barang mewah, coba simak lima jenis berikut yang bakal bikin kamu makin paham kenapa harganya bisa sepremium itu.

1. Kopi yaman

ilustrasi mocha
ilustrasi mocha (commons.wikimedia.org/ Million Moments)

Yaman dikenal sebagai negara pertama yang membudidayakan kopi secara sengaja sejak abad kelima belas, jauh sebelum negara-negara penghasil kopi besar seperti Brasil atau Kolombia ada. Pohon-pohon kopi di sana ditanam di teras-teras bebatuan kuno yang diukir langsung di lereng gunung terjal, sebuah metode bertani yang nyaris gak berubah selama ratusan tahun. Varietas kopi yaman juga tergolong pusaka genetik langka, terhubung langsung dengan hutan kopi liar Ethiopia tapi udah berkembang jadi karakter unik tersendiri setelah terisolasi selama berabad-abad.

Nama mocha yang sekarang identik dengan rasa cokelat sebenarnya berasal dari pelabuhan Al-Mokha di Yaman, tempat kopi pertama kali diekspor ke seluruh dunia. Karena hasil panennya sangat sedikit dan proses pengolahannya masih dilakukan manual tanpa teknologi modern, harga kopi yaman autentik bisa mencapai puluhan sampai ratusan dolar per pon, tergantung daerah asal dan tingkat kelangkaannya. Ditambah kondisi politik yang gak stabil dalam beberapa tahun terakhir, kopi kuno ini jadi makin sulit didapat dan makin bernilai tinggi di pasar kopi spesialti dunia.

2. Kopi luwak

ilustrasi kopi luwak
ilustrasi kopi luwak (commons.wikimedia.org/ Ato 01)

Kopi luwak asal Indonesia mungkin jadi salah satu kopi paling terkenal di dunia berkat proses pembuatannya yang unik lewat sistem pencernaan luwak atau musang. Biji kopi yang dimakan luwak mengalami fermentasi alami di dalam saluran pencernaannya, sebelum akhirnya dikeluarkan lewat kotoran dan dipungut buat diolah lebih lanjut. Proses fermentasi ini dipercaya mengurangi tingkat keasaman dan kepahitan kopi, menghasilkan rasa yang lebih halus dengan sentuhan aroma earthy dan cokelat yang khas.

Harga kopi luwak asli bisa mencapai 160 dolar per pon atau bahkan lebih tinggi lagi tergantung kualitas dan asal daerahnya di Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, sampai Sulawesi. Karena permintaan yang tinggi, sekarang banyak muncul kekhawatiran soal praktik penangkaran luwak yang kurang etis demi memenuhi produksi massal. Kopi luwak yang benar-benar berkualitas dan bernilai tinggi biasanya berasal dari luwak liar yang mencari biji kopi secara alami di hutan, bukan hasil penangkaran paksa yang mengabaikan kesejahteraan hewannya.

3. Black ivory coffee

ilustrasi black ivory coffee
ilustrasi black ivory coffee (commons.wikimedia.org/ Blake Dinkin - blackivorycoffee)

Terinspirasi dari konsep kopi luwak, seorang pengusaha asal Kanada mengembangkan black ivory coffee dengan memanfaatkan sistem pencernaan gajah di Thailand utara. Biji kopi arabika pilihan dicampurkan ke dalam makanan gajah, lalu dibiarkan melewati proses pencernaan selama sekitar dua belas sampai tujuh puluh dua jam sebelum akhirnya dikumpulkan dari kotorannya. Enzim pencernaan gajah dipercaya memecah protein dalam biji kopi yang biasanya menyebabkan rasa pahit sehingga menghasilkan cita rasa lembut dengan sentuhan cokelat dan sedikit rempah.

Karena butuh sekitar 2 ton kotoran gajah cuma buat menghasilkan sekitar 100 kilogram biji kopi jadi setiap tahunnya, wajar kalau harga black ivory coffee jadi salah satu yang termahal di dunia, bisa mencapai 500 dolar per pon atau bahkan lebih. Keuntungan dari penjualan kopi ini sebagian dialokasikan buat mendukung perawatan gajah dan mengatasi konflik antara manusia dan gajah di wilayah tersebut. Kombinasi proses unik dan tujuan konservasi inilah yang bikin black ivory coffee punya nilai jual yang jauh di atas kopi premium pada umumnya.

4. Kopi geisha

ilustrasi kopi geisha
ilustrasi kopi geisha (commons.wikimedia.org/ Bex Walton)

Kopi geisha awalnya ditemukan di daerah pegunungan Ethiopia, tapi justru mencapai puncak kejayaannya setelah dibudidayakan di dataran tinggi Panama oleh keluarga Peterson di perkebunan Hacienda La Esmeralda. Varietas ini punya karakter rasa yang sangat kompleks, dengan aroma bunga, buah persik, madu, sampai sentuhan lavender yang jarang ditemukan pada kopi jenis lain. Ketinggian tempat tumbuh yang mencapai lebih dari seribu enam ratus meter di atas permukaan laut jadi salah satu faktor penting yang membentuk profil rasa istimewa ini.

Popularitas kopi geisha melonjak drastis setelah berulang kali memenangkan berbagai kompetisi kopi internasional dan mencetak rekor harga lelang yang fantastis. Harganya bisa bervariasi mulai dari 100 dolar sampai ratusan dolar per pon, bahkan beberapa lot eksklusif hasil lelang pernah terjual dengan harga jauh lebih tinggi lagi tergantung kualitas dan reputasi perkebunannya. Karena permintaannya yang terus meningkat, banyak negara penghasil kopi lain seperti Guatemala dan Kolombia juga mulai membudidayakan varietas Geisha buat memenuhi pasar kopi specialty kelas atas.

5. Kopi St. Helena

ilustrasi kopi St. Helena
ilustrasi kopi St. Helena (commons.wikimedia.org/ Luke McKernan)

Kopi St. Helena punya sejarah panjang sejak biji kopinya pertama kali dibawa dari Yaman ke pulau kecil St. Helena oleh perusahaan dagang Inggris pada tahun 1733. Pulau ini terletak sangat terpencil di tengah Samudra Atlantik, sekitar 1.200 mil dari pantai barat Afrika, sehingga kopi yang tumbuh di sana berkembang dalam kondisi geografis yang benar-benar terisolasi dari varietas kopi lain di dunia. Iklim sejuk dan tanah vulkanik di pulau ini menghasilkan profil rasa unik dengan sentuhan cokelat, almond, dan hazelnut yang khas.

Karena lokasinya yang begitu terpencil, biaya transportasi buat mengangkut kopi ini ke pasar internasional jadi sangat tinggi dan otomatis mendongkrak harga jualnya. Harga Kopi St. Helena bisa mencapai puluhan sampai ratusan dolar per pon tergantung kualitas panen dan jalur distribusinya. Kombinasi sejarah kolonial yang panjang, proses budidaya organik eksklusif, dan aksesibilitas yang sangat terbatas inilah yang bikin kopi dari pulau kecil ini tetap jadi salah satu yang paling dicari kolektor kopi di seluruh dunia.

Kelima jenis kopi kuno ini membuktikan kalau harga fantastis di dunia kopi bukan cuma soal gengsi, tapi juga cerminan dari sejarah panjang, proses produksi yang rumit, sampai kelangkaan geografis yang benar-benar sulit ditiru. Setiap jenis kopi punya kisah dan karakter rasa yang unik, mencerminkan perjalanan panjang budaya kopi dari berbagai belahan dunia.

Kalau kamu berkesempatan mencicipi salah satu kopi kuno ini, pastikan kamu membelinya dari penjual atau roaster terpercaya yang jelas mencantumkan asal-usul dan keasliannya. Dengan begitu, kamu bisa benar-benar menikmati pengalaman rasa yang otentik sekaligus menghargai perjalanan panjang di balik setiap cangkir kopi mahal tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More