Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Menarik Salt Bread, Roti Asin Korea yang Lagi Viral

5 Fakta Menarik Salt Bread, Roti Asin Korea yang Lagi Viral
ilustrasi salt bread yang siap dihidangkan (pexels.com/Felicity Tai)
Share Article

Salt bread belakangan ini jadi salah satu roti yang ramai diperbincangkan, terutama di kalangan pencinta kuliner Korea. Sekilas tampilannya sederhana. Tapi begitu digigit, perpaduan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam langsung terasa berbeda. Rasa gurih dari mentega dan taburan garam di atasnya justru jadi daya tarik utama yang bikin banyak orang penasaran.

Seiring popularitasnya yang terus meningkat, salt bread kini semakin mudah ditemui di berbagai kafe hingga toko roti kekinian. Meski terlihat sederhana, roti ini ternyata menyimpan banyak fakta unik yang belum banyak orang ketahui. Yuk, cari tahu lima fakta menarik salt bread yang lagi viral dan mungkin belum kamu sadari berikut ini!

1. Berasal dari Jepang, populer di Korea

ilustrasi salt bread yang sedang dipanggang
ilustrasi salt bread yang sedang dipanggang (pexels.com/Hwanwoo Lee)

Banyak yang mengira salt bread berasal dari Korea karena popularitasnya meledak di sana. Padahal, roti ini pertama kali dikenal dari Jepang dengan nama shio pan yang berarti roti garam. Dari sana, tren ini kemudian berkembang dan diadaptasi oleh bakery Korea dengan sentuhan yang lebih modern.

Di Korea, salt bread mengalami berbagai modifikasi pada tekstur dan cita rasa agar lebih cocok dengan preferensi masyarakat setempat. Roti ini umumnya dibuat dengan kandungan mentega yang lebih terasa, sehingga menghasilkan bagian bawah yang renyah akibat lelehan mentega saat proses pemanggangan. Sentuhan inovasi tersebut membuat salt bread semakin digemari hingga akhirnya viral dan menyebar luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

2. Perpaduan tekstur yang garing di bagian luar dan lembut di bagian dalam

ilustrasi salt bread yang garing di luar lembut di dalam
ilustrasi salt bread yang garing di luar lembut di dalam (pexels.com/Cats Coming)

Daya tarik utama salt bread terletak pada kontras teksturnya yang terasa sejak gigitan pertama. Bagian luar roti cenderung tipis dan sedikit crispy, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan empuk. Perpaduan ini menciptakan sensasi makan yang berbeda dari roti pada umumnya.

Tekstur renyah pada bagian bawah roti terbentuk dari mentega yang meleleh lalu meresap ke adonan, seolah memanggang sekaligus memberi efek seperti digoreng saat proses pemanggangan. Di sisi lain, adonan tetap melalui fermentasi yang terkontrol sehingga bagian dalamnya terasa lembut dan tidak kering. Perpaduan ini menghasilkan roti yang terlihat sederhana, tetapi menawarkan sensasi rasa dan tekstur yang lebih kaya dari yang dibayangkan.

3. Rasa gurih dari kombinasi mentega dan garam

ilustrasi salt bread
ilustrasi salt bread (unsplash.com/QingYu)

Meski disebut salt bread, cita rasa asinnya sebenarnya tidak terlalu dominan di lidah. Yang lebih terasa justru perpaduan gurih dari mentega yang meleleh dengan sentuhan garam tipis di bagian atas roti. Kombinasi ini menghasilkan rasa yang seimbang, ringan, namun tetap terasa kaya dan memikat.

Garam yang digunakan biasanya hanya sebagai penyeimbang rasa, bukan sebagai bahan utama. Sementara mentega berperan besar dalam membangun aroma dan rasa khas yang menggoda. Itulah mengapa banyak orang merasa ketagihan meski tampilannya terlihat sederhana.

4. Tampilan sederhana, tapi tekniknya tidak sesimpel itu

ilustrasi membuat salt bread
ilustrasi membuat salt bread (pexels.com/ready made)

Jika dilihat sekilas, salt bread tampak seperti roti biasa tanpa isian yang rumit. Namun di balik tampilannya yang minimalis, ada teknik pembuatan yang cukup detail. Mulai dari proses fermentasi hingga cara membentuk adonan sangat memengaruhi hasil akhir.

Salah satu faktor penentu terletak pada teknik melipat adonan dengan memasukkan mentega di bagian dalamnya. Proses ini membantu mentega tersebar lebih merata sehingga menciptakan lapisan tekstur khas saat roti dipanggang. Jika teknik ini tidak dilakukan dengan benar, hasil akhir salt bread bisa kurang maksimal dan kehilangan keunikan teksturnya.

5. Viral karena sederhana tapi “comforting”

ilustrasi salt bread
ilustrasi salt bread (pexels.com/Cats Coming)

Di tengah tren makanan yang semakin beragam dan kompleks, salt bread justru hadir dengan konsep yang sederhana. Rasa gurih yang tidak berlebihan membuatnya cocok dinikmati kapan saja, baik sebagai camilan maupun teman minum kopi. Kesederhanaan inilah yang membuatnya terasa “comforting” bagi banyak orang.

Selain itu, tampilannya yang estetik dan mudah dipadukan dengan berbagai menu juga menambah daya tariknya di media sosial. Banyak orang membagikan pengalaman mencoba salt bread, yang akhirnya ikut mendorong tren ini semakin viral. Dari satu gigitan sederhana, roti ini berhasil mencuri perhatian banyak pecinta kuliner.

Salt bread bukan sekadar roti biasa, tapi perpaduan rasa dan tekstur yang sederhana namun berkesan. Di balik tampilannya yang minimalis, ada proses dan detail yang membuatnya begitu digemari banyak orang. Jadi, sudah tertarik mencoba atau bahkan membuat salt bread sendiri di rumah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

Sejarah Hot Dog yang Mendunia, Bukan Roti Sosis Biasa!

02 Jun 2026, 11:50 WIBFood