ilustrasi masala chai (commons.wikimedia.org/ Miansari66)
Masala chai yang dikenal sekarang biasanya dibuat dengan teh hitam, susu, gula, dan rempah seperti jahe, kapulaga, kayu manis, atau cengkih. Meski rempah sudah lama digunakan dalam tradisi kuliner dan pengobatan India, masala chai dalam bentuk yang dikenal saat ini gak tepat disebut sebagai minuman yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Popularitas teh di India berkembang pesat pada masa kolonial, terutama setelah perkebunan teh komersial berkembang di Assam dan wilayah lainnya. Pada awal abad ke-20, konsumsi teh semakin meluas dan masyarakat India kemudian punya cara sendiri dalam menyajikannya, termasuk dengan susu, gula, dan rempah. Dari kebiasaan tersebut, chai kemudian menjadi bagian yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari di India.
Minuman tradisional Asia gak cuma menarik karena rasa atau bahan yang digunakan. Di balik segelas jamu, amazake, sujeonggwa, atau chai ada perjalanan panjang yang berkaitan dengan kebiasaan masyarakat, perdagangan, dan perubahan zaman.
Beberapa resep memang sudah mengalami penyesuaian, tetapi minuman tersebut tetap bertahan dan dikenal sampai sekarang. Hal itu membuat minuman tradisional menjadi salah satu cara sederhana untuk melihat bagaimana kebiasaan makan dan minum diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.