Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Kesalahan Membuat Es Kopi Susu yang Bikin Rasanya Hambar

ilustrasi membuat kopi
ilustrasi membuat kopi (pexels.com/Chevanon Photography)

Es kopi susu kini menjadi minuman favorit banyak orang karena rasanya yang ringan dan menyegarkan. Meski terlihat mudah untuk dibuat, hasil akhirnya sering terasa kurang nendang, terlalu encer, atau hambar tanpa karakter kopi yang jelas. Masalah ini biasanya bukan pada jenis kopinya, melainkan pada cara meracik yang kurang tepat.

Perpaduan kopi, susu, gula, dan es membutuhkan keseimbangan yang tepat. Kesalahan kecil seperti urutan pencampuran atau proporsi bahan bisa mengubah keseluruhan rasa. Memahami beberapa kesalahan umum berikut dapat membantu kita menghasilkan es kopi susu yang lebih kaya rasa dan konsisten.

1. Menggunakan kopi terlalu encer

ilustrasi kopi
ilustrasi kopi (unsplash.com/John Schnobrich)

Banyak es kopi susu terasa hambar karena kopi yang digunakan sudah encer sejak awal. Kopi yang diseduh dengan terlalu banyak air akan kehilangan kekuatan rasa, sehingga mudah tenggelam saat dicampur susu dan es. Akibatnya, rasa kopi jadi nyaris tidak terasa.

Untuk es kopi susu, kopi sebaiknya diseduh lebih pekat dibanding kopi panas biasa. Konsentrasi rasa yang lebih kuat membantu kopi tetap terasa meski suhu turun dan es mulai mencair. Kesalahan ini sering terjadi karena menyeduh kopi dengan takaran yang sama seperti minuman panas.

2. Es batu terlalu banyak

ilustrasi es kopi
ilustrasi es kopi (pexels.com/Polina)

Es memang penting untuk memberikan sensasi dingin pada kopi. Akan tetapi, jumlah es yang berlebihan dapat merusak keseimbangan rasa. Saat es mencair, air akan mengencerkan kopi dan susu secara perlahan. Inilah yang membuat es kopi susu awalnya terasa enak, lalu hambar di akhir.

Mengontrol jumlah es membantu rasa bertahan lebih lama. Es batu yang besar dan padat juga mencair lebih lambat dibanding es kecil. Kesalahan sederhana ini sering diabaikan, padahal sangat memengaruhi kualitas dari kopi susu yang kita buat.

3. Susu menutupi rasa kopi

ilustrasi kopi susu
ilustrasi kopi susu (pexels.com/Burst)

Susu memberikan tekstur lembut dan rasa creamy, tetapi penggunaan susu secara berlebihan justru membuat kopi kehilangan karakter. Rasa kopi yang seharusnya pahit ringan dan aromatik menjadi tertutup oleh dominasi susu. Dengan begitu, es kopi susu akan terasa seperti minuman manis biasa tanpa rasa kopi.

Menyesuaikan jenis dan jumlah susu sangat penting. Susu cair, susu evaporasi, atau susu kental manis memiliki karakter rasa yang berbeda. Proporsi yang tepat membantu kopi tetap menjadi rasa utama, bukan sekadar pelengkap.

4. Gula tidak larut sempurna

ilustrasi menambahkan gula
ilustrasi menambahkan gula (freepik.com/jcomp)

Kesalahan umum lainnya adalah menambahkan gula langsung ke minuman dingin. Gula sulit larut pada suhu rendah, sehingga rasa manis tidak menyebar merata. Akibatnya, bagian awal terasa pahit dan bagian akhir justru terlalu manis.

Menggunakan gula cair atau melarutkan gula saat kopi masih panas membantu rasa lebih seimbang. Cara ini membuat es kopi susu terasa konsisten dari tegukan pertama hingga terakhir. Detail kecil ini sering menentukan kualitas rasa keseluruhan.

5. Urutan pencampuran tidak tepat

ilustrasi membuat kopi
ilustrasi membuat kopi (pexels.com/Leonid Demidov)

Urutan mencampur bahan sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh. Menuang es sebelum kopi atau mencampur semua bahan sekaligus dapat membuat rasa tidak menyatu dengan baik. Kopi bisa langsung dingin sebelum aromanya keluar maksimal.

Urutan ideal biasanya dimulai dari kopi panas, lalu gula, kemudian susu, dan terakhir es. Cara ini membantu rasa tercampur lebih merata dan aroma kopi tetap terjaga. Kesalahan urutan sering membuat es kopi susu terasa datar meski bahan yang digunakan sudah tepat.

6. Salah memilih jenis susu

ilustrasi susu nabati
ilustrasi susu nabati (pexels.com/cottonbro studio)

Jenis susu sangat menentukan karakter akhir es kopi susu. Susu full cream memberikan rasa lebih gurih dan tekstur creamy, sementara susu rendah lemak cenderung terasa lebih ringan dan mudah tenggelam oleh rasa es. Jika jenis susu tidak sesuai, kopi bisa terasa tipis atau justru terlalu dominan manis.

Selain itu, susu kental manis, susu evaporasi, dan susu segar memiliki fungsi yang berbeda. Susu kental manis memberi rasa manis yang tebal, tetapi jika digunakan berlebihan dapat menutupi rasa kopi. Memahami karakter tiap jenis susu membantu menciptakan keseimbangan rasa, sehingga es kopi susu terasa lebih utuh dan tidak hambar.

Es kopi susu yang nikmat bukan soal bahan yang mahal, melainkan keseimbangan dan teknik membuatnya. Kesalahan kecil seperti takaran kopi, jenis susu, hingga urutan mencampur dapat membuat rasanya jauh berbeda. Dengan memperhatikan beberapa kesalahan sederhana di atas, es kopi susu buatan rumah bisa terasa lebih seimbang, kaya rasa, dan tidak kalah memuaskan dibandingkan minuman di coffeshop.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Trivia Kopi Gayo, Kopi Arabika Asli Indonesia yang Diakui Dunia

01 Feb 2026, 19:15 WIBFood