Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Cara Simpan Nasi Sisa agar Tidak Bau, Layak Konsumsi!

ilustrasi nasi
ilustrasi nasi (pexels.com/Airam Dato-on)
Intinya sih...
  • Dinginkan nasi sebelum disimpan untuk mencegah kondensasi dan pertumbuhan bakteri.
  • Simpan dalam wadah kedap udara agar nasi tidak terpapar udara dan mikroorganisme.
  • Simpan di kulkas maksimal 1-2 hari, hangatkan dengan benar sebelum dikonsumsi untuk menjaga kualitas rasa dan keamanannya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Nasi merupakan makanan pokok yang hampir selalu ada di meja makan, namun kerap kali justru menyesakkan porsi yang tidak habis untuk sekali makan. Jika nasi tersebut tidak disimpan dengan cara yang tepat, maka sisanya akan cepat mengalami basi dan menimbulkan bahwa tidak sedap yang membuatnya tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

Padahal melalui penyimpanan yang tepat tentunya nasi sisa bisa bertahan lebih lama tanpa memengaruhi kualitas atau aroma yang tersimpan. Oleh sebab itu, perhatikan beberapa cara berikut ini untuk menyimpan nasi sisa agar tidak sampai berbau dan tentunya tetap layak untuk dikonsumsi.

1. Dinginkan nasi sebelum disimpan

ilustrasi nasi sisa
ilustrasi nasi sisa (pexels.com/Bảo Phúc)

Setelah nasi tidak lagi dikonsumsi tentu kamu dapat segera membiarkannya dalam suhu ruang selama 20 hingga 30 menit agar uap panasnya dapat segera menghilang. Jangan sampai langsung menutup atau memasukkan nasi panas ke dalam wadah kedap udara, sebab hal ini hanya akan memicu kondensasi yang dapat mempercepat proses pembusukan.

Pendinginan dapat membantu menurunkan suhu nasi secara alami, serta menghindari potensi pertumbuhan bakteri akibat kondisi suhu yang terlalu lembab atau panas. Setelah nasi sudah benar-benar dingin, maka kamu dapat segera menyimpannya dalam wadah bersih yang tertutup rapat agar tidak sampai tercemar oleh bau dari makanan lain di dalam kulkas.

2. Simpan dalam wadah kedap udara

ilustrasi nasi sisa makan
ilustrasi nasi sisa makan (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)

Menggunakan wadah berbahan plastik foodgrade atau kaca yang dapat ditutup rapat ternyata bisa membantu agar nasi tersebut tidak terpapar udara dan juga mikroorganisme. Udara yang masuk ke dalam wadah terbuka ternyata bisa rentan menimbulkan kering pada nasi dan pada akhirnya menjadi tempat bertumbuhnya jamur atau pun bakteri lain.

Wadah kedap udara memang dapat membantu mencegah nasi menyerap aroma menyengat dari bahan-bahan makanan lain, seperti bawang, ikan, atau sambal. Menggunakan wadah yang tepat tentunya dapat membantu agar nasi selalu memiliki aroma yang netral, serta aman dikonsumsi apabila ingin dihangatkan kembali.

3. Simpan di kulkas dalam waktu maksimal 1 hingga 2 hari

ilustrasi nasi putih
ilustrasi nasi putih (pexels.com/makafood)

Nasi sisa sebaiknya memang dapat langsung disimpan di kulkas setelah didinginkan, terutama apabila tidak dikonsumsi dalam beberapa jam ke depan. Simpanlah nasi tersebut di bagian bawah kulkas, sehingga tidak disimpan di pintu atau freezer agar suhunya tetap stabil dan teksturnya pun tetap lembut.

Nasi sisa yang sudah lebih dari 2 hari di dalam kulkas semestinya tidak dikonsumsi karena memang bisa berpotensi mengandung bakteri berbahaya. Selalu periksa kondisi nasi sebelum menghangatkannya kembali, serta buang apabila sudah muncul bau asam atau pun tekstur yang terasa berlendir.

4. Hangatkan dengan benar sebelum dikonsumsi

ilustrasi nasi sisa kemarin
ilustrasi nasi sisa kemarin (pexels.com/Robert Moutongoh).

Pada saat ingin mengkonsumsi nasi sisa, maka sebaiknya kamu dapat menghangatkan terlebih dahulu dengan menggunakan rice cooker, microwave, atau kukusan agar panasnya bisa benar-benar merata. Pemanasan yang sempurna tentunya dapat membantu membunuh bakteri yang mungkin akan terus berkembang selama proses penyimpanan di dalam kulkas.

Jangan sampai hanya menghangatkan sebagian atau terlalu sebentar karena nasi tersebut akan tetap lembab di bagian dalam, sehingga dapat menimbulkan masalah pencernaan. Setelah dihangatkan, maka sebaiknya habiskan nasi tersebut dan jangan sampai disimpan kembali karena kualitasnya sudah semakin menurun.

Menyimpan nasi sisa dengan cara yang benar tentu merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas rasa dan juga keamanannya ketika dikonsumsi kembali. Dengan menerapkan beberapa tips di atas, tentunya nasi sisa akan tetap bisa dinikmati tanpa khawatir akan risiko yang ada. Kebiasaan ini juga dapat menghindari potensi pemborosan dari makanan sisa!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Food

See More

Kenapa Kopi Gayo Cocok untuk Penikmat Kopi dengan Lambung Sensitif?

01 Feb 2026, 13:15 WIBFood