5 Makanan yang Harus Direndam sebelum Dikonsumsi

- Brokoli, kubis, dan kembang kol mengandung senyawa berbahaya yang dapat mengganggu penyerapan yodium dan memicu masalah pada tiroid.
- Kacang-kacangan mengandung senyawa lektin dan asam fitat yang dapat menyebabkan masalah pencernaan, merendamnya akan mengurangi senyawa-senyawa tersebut.
- Biji-bijian, seperti chia seed, beras, quinoa, dan jelai, mengandung antinutrien yang dapat diurangi dengan perendaman sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh.
Merendam merupakan metode tradisional yang telah digunakan selama berabad-abad. Bahkan cara ini memberikan banyak manfaat pada makanan, termasuk meningkatkan daya cerna dan penyerapan nutrisi, hingga mengurangi senyawa berbahaya, lho.
Beberapa makanan mengandung antinutrien alami ataupun komponen yang disulit dicerna oleh tubuh, sehingga sebaiknya direndam terlebih dahulu. Apa saja jenis makanan tersebut, ya? Agar tidak keliru, berikut makanan yang harus direndam sebelum dikonsumsi biar aman.
1. Brokoli, kubis, dan kembang kol

Di Indonesia, brokoli, kubis, dan kembang kol sering kali dijadikan sebagai lalapan. Namun, jenis sayuran ini mengandung goitrogen dan beberapa senyawa lain yang apabila dikonsumsi dalam jumlah yang besar dapat menganggu penyerapan yodium dan memicu masalah pada tiroid.
Oleh karena itu, disarankan untuk merendam brokoli, kubis, dan kembang kol sebelum dikonsumsi, nih. Metode perendaman akan menghilangkan sebagian besar senyawa berbahaya yang terkandung dalam jenis sayuran tersebut jika akan disantap sebagai lalapan.
2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan, termasuk almon, lentil, hingga buncis, padat akan protein, serat, dan berbagai nutrisi lainnya. Namun, kacang-kacangan juga mengandung senyawa yang disebut lektin dan asam fitat, yang dapat menyebabkan masalah pencernaan, nih.
Nah, merendam kacang-kacangan sebelum diolah bakal mengurangi senyawa-senyawa tersebut, lho. Bahkan, metode ini tidak hanya akan membuat kacang-kacangan lebih mudah dicerna oleh tubuh, tetapi juga mengurangi waktu memasak dan meningkatkan tekstur.
3. Biji-bijian

Biji-bijian, seperti chia seed, beras, quinoa, dan jelai, mengandung asam fitat dan penghambat enzim. Senyawa ini adalah antinutrien karena kemampuannya mengikat mineral penting, seperti zat besi, seng, dan kalsium, sehingga mengurangi penyerapannya oleh tubuh.
Perendaman akan mengurangi antinutrien dalam biji-bijian, sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh saat akan dikonsumsi. Tak hanya itu, metode ini mengurangi waktu memasak dan meningkatkan tekstur, terutama untuk beras merah dan quinoa yang cenderung keras.
4. Buah kering

Beberapa contoh buah kering, seperti kismis, aprikot, hingga buah ara, kaya akan serat, antioksidan, dan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh. Namun, karena proses pengeringannya, kebanyakan dari buah kering tersebut terbukti sulit dicerna, nih.
Merendam buah kering sebelum dikonsumsi menyebabkan dehidrasi, yang membuat teksturnya lebih lembut dan mudah dicerna. Metode tersebut juga dapat mengurangi konsentrasi gula, sehingga cocok ditambahkan ke smoothie, oatmeal, atau dessert.
5. Oat

Sementara sebagian besar biasanya dikonsumsi begitu saja, oat dapat direndam semalaman. Metode ini sangat populer untuk menciptakan menu sarapan praktis yang disebut overnight oats. Tak hanya mudah dicerna, perendaman memungkinkan penyerapan nutrisi lebih efisien.
Perendaman juga akan mengurangi kadar asam fitat dalam oat, yakni senyawa yang dapat menghambat penyerapan nutrisi dalam tubuh. Karena itu, overnight oats cenderung cocok bagi orang yang sensitif, karena proses perendaman memecah pati dan ringan di perut.
Setelah mengetahui manfaat dari merendam makanan di atas, jangan lupa untuk mempraktikannya di rumah, ya. Selain memudahkan nutrisi terserap dengan baik oleh tubuh, metode ini juga sangat cocok bagi yang memiliki pencernaan sensitif. Selamat mencoba, ya!


















