Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Makanan Pemicu Dehidrasi yang Sebaiknya Dihindari saat Cuaca Panas
ilustrasi sajian makanan (pexels.com/Desmond Lim, Chef)

Pernah merasa cepat haus, lemas, atau kepala terasa sedikit pusing saat cuaca sedang panas-panasnya? Banyak orang langsung menyalahkan kurang minum air putih, padahal makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga bisa ikut berperan. Tanpa disadari, beberapa jenis makanan justru dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan dan meningkatkan risiko dehidrasi.

Akibatnya, tubuh bisa tetap terasa lemas dan tidak berenergi meski kamu sudah rutin minum air putih. Situasi ini tentu kurang nyaman karena dapat mengganggu berbagai aktivitas, baik saat bekerja, berolahraga, maupun beraktivitas di luar rumah. Nah, agar tubuh tetap segar dan terhidrasi dengan baik saat cuaca panas, yuk kenali makanan apa saja yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. 

1. Makanan tinggi garam bisa membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan

ilustrasi keripik singkong (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Saat cuaca panas, banyak orang tetap menikmati camilan asin seperti keripik, kentang goreng, atau makanan instan tanpa berpikir panjang. Padahal, makanan yang tinggi kandungan natrium dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh. Ketika asupan garam berlebihan, tubuh membutuhkan lebih banyak air untuk membantu menjaga fungsi organ tetap optimal.

Akibatnya, tenggorokan bisa terasa lebih cepat kering meski kamu sudah cukup minum sebelumnya. Situasi ini tentu kurang nyaman, terutama saat harus beraktivitas di bawah terik matahari dalam waktu yang lama. Untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, sebaiknya kurangi makanan yang terlalu asin dan pastikan kebutuhan air putih tetap terpenuhi.

2. Makanan pedas berlebihan dapat membuat tubuh terasa semakin gerah

ilustrasi mie goreng (freepik.com/freepik)

Meski cuaca sedang panas, banyak orang tetap sulit menolak kenikmatan makanan pedas. Rasa pedas dari cabai dapat membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat sebagai respons alami. Selama dikonsumsi dalam batas yang wajar, kondisi ini umumnya tidak menjadi masalah bagi kebanyakan orang.

Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan saat cuaca panas, cairan tubuh bisa lebih cepat berkurang melalui keringat. Dampaknya, tubuh berisiko merasa lelah atau kurang nyaman setelah beraktivitas. Karena itu, tidak ada salahnya menyesuaikan tingkat kepedasan makanan ketika suhu udara sedang tinggi.

3. Makanan cepat saji sering mengandung kombinasi garam dan lemak yang tinggi

ilustrasi fast food (pexels.com/Engin Akyurt)

Saat sedang sibuk, makanan cepat saji sering menjadi pilihan praktis untuk mengisi perut. Sayangnya, jenis makanan ini umumnya mengandung natrium dan lemak dalam jumlah yang cukup tinggi. Kombinasi tersebut dapat membuat tubuh bekerja lebih keras dalam menjaga keseimbangan cairan dan proses metabolisme.

Selain itu, tidak sedikit orang yang merasa ingin terus minum setelah menyantap makanan cepat saji, terutama karena kandungan garamnya yang cukup tinggi. Jika kebiasaan ini dilakukan terlalu sering saat cuaca panas, tubuh bisa menjadi lebih mudah merasa tidak nyaman dan terasa kurang segar sepanjang hari. Sebagai alternatif, cobalah memperbanyak makanan segar seperti buah dan sayuran yang memiliki kandungan air alami. 

4. Makanan manis berlebihan juga bisa memengaruhi kebutuhan cairan tubuh

ilustrasi makan camilan manis (freepik.com/wayhomestudio)

Minuman dan makanan manis sering menjadi pilihan untuk meningkatkan suasana hati di tengah hari yang melelahkan. Meski terasa menyegarkan, konsumsi gula dalam jumlah berlebihan dapat memengaruhi cara tubuh mengatur cairan. Dalam beberapa kondisi, tubuh membutuhkan lebih banyak air untuk membantu memproses kelebihan gula yang masuk.

Setelah mengonsumsi makanan manis, tidak sedikit orang yang justru merasa lebih cepat haus tanpa menyadari penyebabnya. Sensasi nikmat dari rasa manis sering membuat efek tersebut terlewat begitu saja, apalagi jika makanan atau minuman itu dikonsumsi saat cuaca sedang panas. Karena itu, jangan lupa mencukupi kebutuhan air putih agar tubuh tetap segar dan keseimbangan cairannya terjaga dengan baik.

5. Makanan olahan cenderung rendah kandungan air

ilustrasi produk daging olahan (pixabay.com/stafichukanatoly)

Di tengah kesibukan sehari-hari, makanan kemasan sering menjadi pilihan karena praktis dan tidak memerlukan banyak persiapan. Meski begitu, jenis makanan ini umumnya mengandung lebih sedikit air dibanding buah, sayuran, atau makanan segar lainnya. Padahal, saat cuaca panas, tubuh membutuhkan asupan yang dapat membantu menjaga cairan tetap tercukupi agar tetap segar dan nyaman beraktivitas.

Jika terlalu sering mengandalkan makanan kemasan, kebutuhan cairan harian bisa menjadi lebih sulit terpenuhi. Akibatnya, tubuh lebih rentan mengalami rasa haus dan kelelahan selama beraktivitas. Menambahkan buah-buahan segar ke dalam menu harian bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

6. Gorengan dapat membuat tubuh terasa lebih berat saat cuaca panas

ilustrasi gorengan (vecteezy.com/Dani Iksan)

Gorengan sering menjadi camilan favorit saat bersantai atau berkumpul bersama teman. Meski rasanya lezat, makanan yang digoreng umumnya mengandung lemak yang cukup tinggi. Proses pencernaannya membutuhkan waktu lebih lama sehingga sebagian orang merasa lebih cepat gerah atau kurang nyaman setelah mengonsumsinya.

Ketika cuaca sedang terik, mengonsumsi terlalu banyak gorengan bisa membuat tubuh terasa lebih berat dan kurang nyaman untuk beraktivitas. Meski begitu, bukan berarti kamu harus berhenti menikmatinya sama sekali, melainkan cukup membatasi jumlahnya agar tidak berlebihan. Sesekali memilih camilan yang lebih ringan dan menyegarkan juga bisa menjadi cara sederhana untuk membantu tubuh tetap terasa nyaman sepanjang hari.

7. Makanan tinggi protein dalam porsi berlebihan juga perlu diperhatikan

ilustrasi dada ayam tinggi protein (pexels.com/Macedo Fotografo)

Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh setiap hari untuk menjaga berbagai fungsi vital. Namun, mengonsumsi makanan tinggi protein dalam jumlah berlebihan saat cuaca panas juga perlu diperhatikan. Proses metabolisme protein menghasilkan panas tubuh yang lebih tinggi dibanding beberapa nutrisi lainnya.

Akibatnya, tubuh bisa terasa lebih mudah panas dan kurang nyaman, terutama saat harus beraktivitas di bawah terik matahari atau berada di ruangan yang pengap. Meski efeknya tidak selalu muncul secara langsung, kondisi ini dapat membuat tubuh terasa lebih cepat lelah jika berlangsung berulang kali. Karena itu, penting untuk menjaga pola makan yang seimbang dengan mengonsumsi protein secukupnya serta melengkapinya dengan sayuran, buah-buahan, dan cairan yang cukup setiap hari.

Saat cuaca panas, bukan hanya jumlah air yang diminum yang perlu diperhatikan, tetapi juga jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Beberapa makanan seperti yang tinggi garam, gula, lemak, atau terlalu pedas dapat membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan dan terasa kurang nyaman. Jadi, mulai sekarang jangan hanya fokus membawa botol minum, tapi perhatikan juga isi piringmu agar tubuh tetap segar sepanjang hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article