Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Bacon itu Halal?
Potret bacon (unsplash.com/wrightbrand)

Bacon identik dengan olahan daging yang berasal dari bagian perut atau punggung babi, kemudian diawetkan dengan garam, bumbu lainnya, terakhir diasap. Proses ini membuat bacon memiliki cita rasa gurih, sedikit asin, dan aroma smoky yang khas.

Belakangan ini, topik soal bacon kembali ramai dibahas setelah unggahan Instagram Story dari konten kreator @tanboy_kun memicu perdebatan. Dalam video tersebut, ia terlihat menikmati nasi goreng beef bacon. Umumnya, bacon dibuat dari daging babi. Tak heran kalau sering menimbulkan pertanyaan soal kehalalannya.

Seorang netizen pun mempertanyakan dan mengirimkan direct message kepada @tanboy_kun secara langsung. "Beef bacon bukannya lu Islam bang?"

Bara Ilham, nama asli @tanboy_kun pun menanggapinya dengan santai dan mengunggahnya kembali di Instagram Story. "Iya maaf, gua Islam dan gua suka banget makan beef bacon," sembari menunjukkan nasi goreng beef bacon favoritnya.

Sedangkan, warganet lain menilai hal itu wajar, karena memang berbahan dasar sapi. Kejadian ini menunjukkan suatu kebingungan yang masih sering terjadi di masyarakat. Apakah setiap makanan bernama bacon otomatis berasal dari babi?

Perbedaan pendapat ini menunjukkan bahwa sebagian orang belum paham apa itu bacon dan dari bahan apa. Dari sinilah penting untuk memahami kembali soal bacon.

Pertanyaannya, apakah bacon itu halal? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

1. Apa itu bacon dan dari hewan apa?

Secara umum, bacon adalah daging yang diawetkan melalui proses pengeringan dan pengasapan. Teknik ini sudah digunakan sejak lama untuk memperpanjang masa simpan daging, sekaligus memberikan rasa khas.

Secara tradisional, bacon terbuat dari bagian perut atau punggung daging babi. Inilah yang membuat bacon identik dengan pork bacon di banyak negara lain.

Namun, seiring berkembangnya industri makanan, bacon juga dibuat dari bahan lain. Ada bacon daging sapi dan ayam yang menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

2. Hukum makan bacon dalam Islam

Potret bacon (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Jika kamu mengonsumsi bacon yang berasal dari babi atau pork bacon, maka hukumnya haram. Melansir dari baznas.go.id, daging babi dan seluruh turunannya termasuk makanan yang jelas dilarang dalam Islam. Larangan ini mencakup semua bentuk olahan, baik daging segar maupun produk turunan seperti sosis, ham, bacon, hingga gelatin berbahan babi.

Berbeda halnya jika bacon yang kamu makan dari bahan halal, seperti daging sapi, ayam, atau kalkun. Selama proses pengolahannya juga sesuai syariat dan gak terkontaminasi bahan haram, maka produk tersebut bisa dikategorikan halal.

3. Alternatif bacon halal yang bisa kamu coba

Saat ini sudah banyak pilihan bacon halal di pasaran, seperti beef bacon dan chicken bacon. Produk ini dibuat dengan teknik yang sama, yakni diawetkan dan diasap. Jadi, tetap memiliki rasa gurih dan aroma khas seperti bacon pada umumnya.

Nah, supaya lebih aman, pastikan kamu memilih produk yang sudah memiliki label halal resmi. Perhatikan juga komposisi bahan pada kemasan untuk memastikan gak ada campuran bahan non halal. Jika makan di luar, kamu juga bisa menanyakan langsung kepada penjual mengenai jenis bacon yang digunakan.

Jadi, bacon bisa menjadi halal atau haram tergantung dari bahan dasarnya. Jika berbahan babi, jelas umat Muslim tidak boleh dikonsumsi alias haram. Jika terbuat dari daging sapi atau ayam, maka statusnya menjadi halal.

Editorial Team