Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Asal-usul Ketupat Lebaran dan Makna Filosofisnya

Asal-usul Ketupat Lebaran dan Makna Filosofisnya
ilustrasi ketupat (vecteezy.com/Priyo Sanyoto)

Di Indonesia, ketupat merupakan salah satu hidangan ikonik yang wajib ada di meja makan saat Lebaran. Terbuat dari beras yang dimasukkan dalam anyaman daun kelapa dan direbus hingga matang, ketupat biasa disajikan bersama lauk berkuah santan seperti opor ayam, gulai, atau rendang.

Bukan hanya sekedar hidangan lezat, ketupat telah menjadi simbol budaya yang sarat akan sejarah dan filosofis mendalam, lho. Konon, ketupat dikenal sebagai hidangan Lebaran sejak abad ke-15. Yuk, simak pembahasan asal muasal ketupat beserta makna filosofisnya dalam artikel berikut!

1. Berakar dari budaya Hindu-Buddha

ilustrasi ketupat
ilustrasi ketupat (vecteezy.com/ Reza Fahmi Kalkasandi)

Sebelum menjadi tradisi utama dalam perayaan Lebaran, ketupat sudah dikenal masyarakat Indonesia jauh sebelum Islam berkembang. Berakar dari budaya Hindu-Buddha, ketupat sering disajikan dalam ritual-ritual keagamaan. Salah satunya selamatan setelah panen.

Penyajian ketupat berkaitan erat dengan pemujaan Dewi Sri, sosok yang diyakini berperan penting bagi kemakmuran. Menyajikannya saat selamatan merupakan wujud rasa syukur dan penghormaatan kepada Dewi Sri. Tradisi ini berlanjut hingga masa kerajaan Islam.

2. Media dakwah Islam pada masa Kerajaan Demak

ilustrasi ketupat
ilustrasi ketupat (vecteezy.com/Priyo Sanyoto)

Tokoh bersejarah yang mempopulerkan ketupat sebagai hidangan khas Lebaran adalah Sunan Kalijaga. Diketahui, Sunan Kalijaga merupakan penasihat kesultanan Kerajaan Demak sekaligus tokoh Wali Songo yang menyebarkan Islam. Agar ajarannya mudah diterima oleh masyarakat, ia menggunakan pendekatan kultural dengan memadukan tradisi lokal dan filosofi Islam.

Selain wayang kulit dan gamelan, ketupat juga menjadi salah satu media dakwah yang dipilih Sunan Kalijaga kala itu. Alih-alih menghilangkan tradisi ketupat, ia mengubah makna filosofisnya dari pemujaan dewa menjadi simbol keislaman (meminta maaf dan memaafkan). Sejak saat itu, ketupat jadi hidangan khas yang harus ada saat Lebaran hingga sekarang.

3. Makna dan filosofi ketupat

ilustrasi ketupat
ilustrasi ketupat (vecteezy.com/Muhammad Sanggung Dewanto)

Dalam bahasa Jawa, ketupat berasal dari kata “kupat” atau “ngaku lepat” yang artinya mengakui kesalahan. Memakan ketupat saat Lebaran diharapkan agar sesama muslim bisa saling memaafkan serta melupakan kesalahan.

Gak cuma itu, ketupat juga mengandung filosofis mendalam. Mulai dari penggunaan daun, jenis anyaman, hingga bentuknya, semuanya memiliki makna tersendiri.

Daun kelapa kuning (janur) melambangkan cahaya sejati atau hati nurani yang suci. Sementara anyaman yang rumit mencerminkan kerumitan kesalahan manusia. Isian beras di dalamnya melambangkan kemakmuran dan harapan akan kelimpahan rezeki. Sedangkan bentuk segi empatnya melambangkan empat arah mata angin dan kiblat.

Demikian sejarah ketupat hingga jadi makanan khas Leberan beserta filosofinya. Kamu sendiri, apakah suka makan ketupat di hari Lebaran?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Perbedaan Malbi dengan Rendang, Mirip tetapi Ternyata Beda

21 Mar 2026, 07:18 WIBFood