Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berapa Lama Bumbu Dasar Bisa Bertahan di Kulkas?
ilustrasi bumbu rempah (pexels.com/Gül Işık)

Memasak setiap hari memang menantang, apalagi kalau harus mengulek atau memblender bumbu dari nol setiap kali ingin menumis sayur atau membuat sambal. Solusinya? Membuat bumbu dasar dalam jumlah banyak sekaligus alias meal prep. Tapi, muncul pertanyaan klasik, berapa lama bumbu dasar bertahan di kulkas?

Jangan sampai kamu menyimpan bumbu terlalu lama hingga rasanya berubah atau malah berjamur. Yuk, simak panduan lengkap menyimpan bumbu di kulkas agar stok bumbu dapur kamu tetap segar dan aman digunakan dalam waktu lama.

1. Durasi simpan di chiller (kulkas bawah)

ilustrasi bumbu masak (pixabay.com/irilkolle)

Jika kamu berencana menggunakan bumbu dasar dalam waktu dekat, menyimpan di chiller adalah pilihan paling praktis. Bumbu dasar yang sudah matang bisa bertahan sekitar 1 sampai 2 bulan. Syarat utamanya adalah bumbu harus ditumis hingga benar-benar matang sempurna menggunakan minyak yang cukup.

Minyak di sini berfungsi sebagai pengawet alami yang melindungi bumbu dari bakteri. Pastikan wadah yang kamu gunakan kedap udara supaya aroma bumbu tidak mencemari isi kulkas lainnya.

2. Durasi simpan di freezer (beku)

ilustrasi bumbu (pexels.com/Marta Branco)

Kalau kamu tipe orang yang suka stok bumbu untuk jangka waktu panjang, freezer adalah sahabat terbaikmu. Di suhu beku, bumbu dasar mampu bertahan jauh lebih lama, yakni hingga 6 bulan.

Supaya lebih mudah saat akan mengambilnya, kamu bisa membagi bumbu ke dalam wadah-wadah kecil atau menggunakan cetakan es batu. Jadi, saat ingin memasak, kamu tinggal mengambil satu porsi yang pas tanpa harus mencairkan seluruh stok bumbu yang ada.

3. Rahasia mengolah agar bumbu tidak cepat basi

ilustrasi bumbu dapur (pexels.com/Karl Solano)

Ada teknik khusus yang membuat bumbu buatanmu tahan lama. Pertama, hindari menambahkan air saat menghaluskan bumbu. Air adalah musuh utama yang membuat bumbu cepat berbau tengik dan basi. Sebagai gantinya, gunakan minyak goreng untuk membantu proses penghalusan di blender.

Selain itu, pastikan kamu menumis bumbu sampai warnanya berubah lebih gelap dan minyaknya terpisah dari bumbu. Proses penumisan yang tepat akan menghilangkan kadar air tersisa, sehingga bumbu lebih awet.

4. Kebiasaan mengambil bumbu yang sering terlewat

ilustrasi bumbu dasar (unsplash.com/Sanju Pandita)

Sering kali kita menganggap enteng cara mengambil bumbu dari wadahnya. Padahal, ini adalah kunci keawetan yang sangat krusial. Selalu gunakan sendok yang bersih dan kering setiap kali kamu ingin mengambil bumbu.

Jangan sekali-kali memakai sendok bekas yang sudah menyentuh makanan lain atau terkena sisa air, karena bakteri bisa berpindah ke dalam wadah bumbu dan mempercepat proses pembusukan. Jika bumbu sudah mulai berbau aneh atau muncul bercak putih di permukaannya, itu tanda kamu tidak boleh lagi mengonsumsinya.

Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa lebih menghemat waktu di dapur tanpa takut bumbu cepat rusak. Kuncinya memang pada proses pengolahan yang kering, penggunaan minyak yang pas, dan kebersihan saat penyimpanan. Jadi, sudah siap stok bumbu dasar untuk seminggu ke depan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team