Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
⁠Berapa Lama Daging Kambing Tahan pada Suhu Ruang?
Potret daging kambing (pexels.com/Dương Nhân)

Daging kambing menjadi salah satu bahan makanan yang cukup sering diolah di Indonesia, terutama saat momen Iduladha atau acara keluarga. Namun, masih banyak orang yang bingung mengenai berapa lama daging kambing sebenarnya aman disimpan di suhu ruang sebelum diolah atau dimasukkan ke kulkas. Padahal, penyimpanan yang kurang tepat bisa memengaruhi kualitas, aroma, hingga keamanan daging untuk dikonsumsi.

Secara umum, daging kambing mentah sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, terutama di daerah beriklim tropis yang cenderung panas dan lembap. Semakin lama dibiarkan terbuka, risiko pertumbuhan bakteri juga akan semakin meningkat. Nah, agar kualitas daging tetap terjaga dan tidak cepat rusak, berikut penjelasan lengkap beserta tips penyimpanannya.

1. Berapa lama daging kambing tahan pada suhu ruang?

Pada suhu ruang normal sekitar 25–30 derajat Celsius, daging kambing mentah idealnya hanya bertahan sekitar 1–2 jam. Jika suhu ruangan lebih panas, misalnya saat cuaca terik atau daging disimpan di area terbuka, waktunya bahkan bisa lebih singkat.

Sementara itu, daging kambing yang sudah dimasak biasanya bisa bertahan sedikit lebih lama, sekitar 2–4 jam, tergantung jenis olahan dan kondisi lingkungan sekitar. Apabila daging tidak langsung dimasak, sebaiknya segera simpan di dalam kulkas atau freezer, agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.

2. Tanda daging kambing sudah tidak segar

Potret merebus daging kambing (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)

  • Aroma mulai menyengat.

Daging kambing memang memiliki aroma khas, tetapi jika baunya terlalu tajam atau asam, kemungkinan kualitasnya sudah menurun.

  • Tekstur berlendir.

Daging yang mulai rusak biasanya terasa licin atau berlendir di permukaannya.

  • Warna berubah kusam.

Daging segar umumnya berwarna merah segar. Jika warnanya mulai pucat, keabu-abuan, atau kecokelatan berlebihan, sebaiknya jangan digunakan.

  • Muncul cairan berlebihan.

Cairan yang terlalu banyak dan berbau bisa menjadi tanda daging sudah tidak layak konsumsi.

3. Cara menyimpan daging kambing yang benar

Berikut beberapa cara menyimpan daging yang benar.

  • Jika daging akan diolah dalam 1–2 hari, simpan di chiller dengan suhu dingin stabil.

  • Untuk penyimpanan mingguan hingga bulanan, simpan daging di dalam freezer, agar lebih awet.

  • Pisahkan daging per porsi memudahkan proses pencairan tanpa harus mengeluarkan seluruh stok.

  • Simpan daging di dalam wadah kedap udara atau plastik khusus freezer, agar aroma tidak menyebar dan kualitas tetap terjaga.

4. Tips menjaga daging kambing tetap segar

Potret daging kambing (vecteezy.com/Andrey Starostin)

Berikut beberapa tips menjaga daging kambing agar tetap segar.

1. Jangan langsung dicuci sebelum disimpan. Mencuci daging sebelum disimpan justru bisa mempercepat pertumbuhan bakteri jika tidak dikeringkan dengan benar.

2. Hindari membiarkan daging terlalu lama di luar. Segera simpan setelah dibagikan atau dibeli, agar kualitasnya tetap baik.

3. Bekukan dalam kondisi segar. Semakin cepat daging disimpan dalam freezer, semakin baik tekstur dan rasanya saat dimasak nanti.

4. Jangan membekukan ulang daging yang sudah cair. Hal ini bisa memengaruhi kualitas dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.

5. Gunakan wadah atau plastik food grade. Penyimpanan yang tepat membantu menjaga aroma dan kelembapan daging.

6. Cairkan daging di chiller. Untuk hasil terbaik, pindahkan daging beku ke chiller semalaman sebelum dimasak.

Memahami batas aman penyimpanan daging kambing pada suhu ruang penting untuk menjaga kualitas sekaligus keamanan makanan. Dengan penyimpanan yang tepat, daging tetap segar, tidak cepat rusak, dan siap diolah menjadi berbagai hidangan lezat kapan saja.

Editorial Team

Related Article