Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bagian Daging Sapi Mana yang Lemaknya Paling Tinggi?

Bagian Daging Sapi Mana yang Lemaknya Paling Tinggi?
ilustrasi daging sapi yang mengandung lemak (unsplash.com/Madie Hamilton)
Intinya Sih
  • Ribeye, short rib, brisket, dan chuck disebut sebagai bagian daging sapi dengan kandungan lemak tertinggi karena marbling dan jaringan ikatnya yang melimpah.

  • Perbedaan kadar lemak dipengaruhi lokasi otot, aktivitas gerak sapi, serta kualitas atau grade daging yang menentukan banyaknya marbling di dalam serat otot.

  • Daging berlemak tetap aman dikonsumsi asal tidak berlebihan; cara memasak dan porsi makan perlu diperhatikan agar risiko kolesterol dan penyakit jantung bisa diminimalkan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Menjelang, selama, hingga setelah Idul Adha, konsumsi daging merah biasanya meningkat. Mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga steik rumahan kerap menjadi menu favorit saat stok daging di rumah melimpah.

Namun, tidak semua bagian daging memiliki kandungan lemak yang sama. Ada potongan daging yang cenderung lebih lean atau rendah lemak, tetapi ada pula bagian tertentu yang dipenuhi marbling alias lemak di sela-sela otot sehingga terasa lebih gurih dan juicy saat dimasak.

Lalu, bagian daging mana yang sebenarnya paling tinggi lemak pada daging sapi?

Table of Content

Bagian daging sapi yang kandungan lemaknya lebih tinggi

Bagian daging sapi yang kandungan lemaknya lebih tinggi

Berikut ini adalah bagian daging sapi yang memiliki lemak lebih tinggi:

  • Ribeye

Ribeye sering disebut sebagai salah satu bagian daging sapi dengan kandungan lemak paling tinggi. Potongan ini berasal dari bagian iga sapi dan memiliki marbling yang sangat banyak, yakni lemak yang tersebar di sela-sela serat otot.

Marbling inilah yang membuat ribeye terasa lebih juicy, lembut, dan gurih saat dimasak, terutama untuk steik. Beberapa penelitian juga menyebut ribeye termasuk potongan dengan total lemak tertinggi dibanding bagian sapi lainnya.

  • Short rib

Short rib atau iga sapi pendek juga terkenal tinggi lemak. Bagian ini memiliki kombinasi lemak dan jaringan ikat yang cukup banyak sehingga menghasilkan rasa yang kuat dan tekstur empuk setelah dimasak lama. Karena kandungan lemaknya tinggi, short rib sering digunakan untuk barbeku, sup, atau semur.

  • Brisket

Brisket (sandung lamur) berasal dari bagian dada sapi dan dikenal memiliki lapisan lemak cukup tebal, terutama pada bagian point cut. Potongan ini populer untuk smoked beef atau barbeku karena lemaknya membantu menjaga tekstur daging tetap lembut dan tidak mudah kering saat dimasak dalam waktu lama.

  • Chuck

Chuck merupakan bagian bahu yang mengandung cukup banyak lemak dan jaringan ikat. Meski teksturnya tidak selembut ribeye, tetapi potongan daging ini memiliki rasa gurih yang kuat sehingga sering digunakan untuk daging giling, rendang, semur, atau olahan slow cooking lainnya.

Alasan kandungan lemak bisa berbeda

Berbagai potongan daging sapi segar tersusun rapi di etalase toko daging dengan label harga di bagian depan.
ilustrasi berbagai potongan daging sapi di toko (unsplash.com/tommao wang)

Perbedaan kandungan lemak ini dipengaruhi oleh lokasi otot pada tubuh sapi, aktivitas otot, hingga banyaknya marbling atau lemak yang tersimpan di sela-sela otot. Makin sedikit bagian otot digunakan untuk bergerak, biasanya makin tinggi kandungan lemaknya dan teksturnya pun lebih empuk.

Dalam dunia kuliner, lemak pada daging umumnya dibagi menjadi dua jenis.

  • Lemak subkutan, yaitu lemak yang terlihat menempel di bagian luar daging.
  • Lemak intramuskular atau marbling, yakni lemak yang tersebar di antara serat otot.

Selain itu, grade atau kualitas daging juga berpengaruh terhadap kandungan lemaknya. Pada daging sapi, grade seperti prime biasanya memiliki marbling lebih tinggi dibanding choice atau select. Karena itu, potongan daging premium umumnya terasa lebih kaya rasa, tetapi juga mengandung lebih banyak lemak dan kalori.

Apakah daging berlemak baik untuk kesehatan?

Daging berlemak sebenarnya tidak selalu buruk untuk kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Lemak pada daging membantu memberikan rasa gurih, menjaga tekstur tetap juicy, serta menjadi sumber energi bagi tubuh.

Namun, beberapa potongan daging tinggi lemak juga mengandung lebih banyak lemak jenuh yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.

Selain jenis potongannya, cara memasak juga memengaruhi dampaknya bagi kesehatan. Mengolah daging dengan cara dipanggang terlalu gosong atau dibakar berlebihan dapat menghasilkan senyawa yang kurang baik bagi tubuh.

Karena itu, penting untuk tetap memperhatikan porsi makan, memperbanyak sayur dan serat, serta memilih bagian daging yang lebih rendah lemak bila memiliki masalah kolesterol atau penyakit tertentu.

Tidak semua bagian daging memiliki kandungan lemak yang sama. Potongan seperti ribeye, brisket, dan short rib dikenal lebih tinggi lemak karena memiliki marbling yang banyak. Sementara itu, bagian seperti sirloin atau tenderloin cenderung lebih lean. Dengan memahami perbedaannya, kamu bisa memilih bagian daging yang sesuai dengan selera maupun kebutuhan kesehatan.

Referensi

"Cuts of beef: A guide to the leanest selections". MayoClinic. Diakses Mei 2026.

"Beef 101: Nutrition Facts and Health Effects". Healthline. Diakses Mei 2026.

Stefan A. Muller-Lissner et al., “Myths and Misconceptions About Chronic Constipation,” The American Journal of Gastroenterology 100, no. 1 (January 1, 2005): 232–42, https://doi.org/10.1111/j.1572-0241.2005.40885.x.

"What to Know About Lean Cuts of Beef". WebMD. Diakses Mei 2026.

Share Article
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More