- Ikan berbau tajam seperti asam atau busuk.
- Nasi terasa keras, kering, atau lengket berlebihan.
- Warna ikan berubah, misalnya jadi kusam atau agak keabu-abuan.
- Ada lendir pada permukaan ikan atau rumput laut.
Berapa Lama Sushi Bertahan pada Suhu Ruang dan Kulkas?

Sushi memang menjadi salah satu makanan Jepang yang paling disukai masyarakat Indonesia. Rasanya segar, gurih, dan punya banyak variasi. Mulai dari salmon sashimi sampai sushi roll dengan isian unik, masing-masing menawarkan kenikmatannya tersendiri.
Selain bahan-bahan matang, sushi juga terbuat dari bahan atau ikan mentah. Oleh karena itu, banyak orang bertanya-tanya, berapa lama sushi bisa bertahan jika disimpan pada suhu ruang atau di kulkas? Pertanyaan ini penting banget, apalagi buat kamu yang suka beli sushi siap saji di supermarket atau pesan lewat layanan antar makanan.
Kalau salah cara menyimpannya, bukan hanya rasanya saja yang berubah, tetapi juga bisa berisiko untuk kesehatan. Yuk, cari tahu berapa lama sushi bisa bertahan pada suhu ruang dan di kulkas, serta bagaimana cara menyimpannya supaya tetap aman dan enak dikonsumsi!
1. Sushi pada suhu ruang hanya tahan beberapa jam saja
Kalau kamu baru beli sushi dan belum sempat memakannya, sebaiknya jangan biarkan terlalu lama di suhu ruang. Sushi umumnya hanya tahan sekitar 2-4 jam setelah disiapkan, tergantung suhu ruangan dan bahan yang digunakan.
Sushi dengan ikan mentah, seperti salmon, tuna, atau sashimi, lebih cepat rusak karena bakteri bisa berkembang biak dengan cepat pada suhu ruang. Bahkan, dalam cuaca panas seperti di Indonesia, sushi bisa mulai berbau dan berubah tekstur hanya dalam waktu dua jam.
Sementara itu, sushi dengan isi matang seperti telur, udang goreng, atau sayuran bisa sedikit lebih tahan lama, maksimal sekitar 4–6 jam. Namun tetap saja, semakin lama dibiarkan, rasa dan kesegarannya akan menurun drastis. Sedikit tips, kalau kamu membeli sushi untuk dibawa ke acara atau perjalanan, pastikan menyimpannya di dalam wadah kedap udara dan beri es gel, agar suhunya tetap dingin.
2. Sushi di kulkas bisa bertahan 1–2 hari

Menyimpan sushi di kulkas tentu lebih aman dibandingkan membiarkannya pada suhu ruang. Dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah, sushi bisa bertahan hingga 24 jam. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Sushi dengan ikan mentah, seperti sashimi atau nigiri, sebaiknya dikonsumsi dalam waktu satu hari saja. Setelah itu, rasa dan teksturnya akan berubah jadi lebih amis sekaligus lembek. Sementara itu, sushi dengan bahan matang seperti tempura roll, california roll, atau sushi sayur bisa tahan hingga dua hari, asalkan disimpan di dalam wadah tertutup rapat.
Jangan lupa, nasi pada sushi bisa mengeras saat disimpan di kulkas, karena kadar airnya menurun. Jadi, sebelum dikonsumsi, keluarkan sushi dari kulkas dan biarkan pada suhu ruang sekitar 15–30 menit, agar rasa dan teksturnya kembali lebih lembut. Namun, jangan pernah menghangatkan sushi dengan microwave, ya! Sebab, hal ini bisa merusak tekstur dan rasa ikan.
3. Tanda-tanda sushi sudah tidak layak dikonsumsi
Meskipun terlihat masih bagus, sushi yang sudah lewat batas simpan sebaiknya tidak dikonsumsi. Berikut beberapa tanda bahwa sushi sudah tidak segar lagi.
Kalau kamu menemukan tanda-tanda ini, sebaiknya jangan ambil risiko. Konsumsi sushi yang sudah basi bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, atau bahkan keracunan makanan.
Intinya, sushi paling baik dikonsumsi sesegera mungkin setelah disiapkan. Pada suhu ruang, sushi hanya aman dikonsumsi dalam waktu 2–4 jam, sedangkan di kulkas bisa bertahan hingga 1–2 hari tergantung bahan isinya. Kalau kamu ingin menikmati sushi yang tetap segar, pastikan menyimpannya dengan benar dan jangan menunda-nunda untuk menyantapnya.
Ingat, kesegaran adalah kunci utama dari cita rasa sushi! Jadi, daripada disimpan terlalu lama, lebih baik segera habiskan saat masih segar, ya!

















