Kenapa Harus Makan Ikan saat Imlek?

- Ikan adalah simbol keberuntungan
- Lambang rezeki yang terus mengalir setiap tahun baru
- Cara mendoakan tahun baru yang makmur
Tahun Baru Imlek jatuh pada 17 Februari 2026. Di Indonesia, perayaan ini biasanya identik dengan hidangan yang tak hanya lezat, tetapi juga memiliki makna keberuntungan, umur panjang, hingga kemakmuran, seperti aneka jenis kue, buah-buahan, mi, hingga ikan.
Dari sekian banyak hidangan yang disajikan, masyarakat Tionghoa tidak pernah melupakan ikan di meja mereka. Bahkan, ikan merupakan makanan yang wajib dimakan saat menyambut Tahun Baru Imlek, nih. Kira-kira apa alasannya, ya? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.
1. Ikan adalah simbol keberuntungan

Hidangan yang disajikan saat Tahun Baru Imlek tak boleh sembarangan, lho. Namun, ikan merupakan hidangan yang wajib ada di meja makan untuk disantap dengan keluarga. Bukan tanpa alasan, makan ikan saat Tahun Baru Imlek adalah tradisi yang berakar kuat dalam budaya China sejak dahulu dan dikaitkan dengan beberapa makna keberuntungan.
Secara homofon, kata untuk ikan dalam bahasa Mandarin, "Yu (鱼)", terdengar sama dengan kata untuk "surplus atau kelimpahan (余)", yang melambangkan kemakmuran dan kekayaan. Karena itu, menyantap ikan selama Tahun Baru Imlek diyakini oleh masyarakat etnis Tionghoa akan membawa surplus keberuntungan dan kemakmuran untuk tahun yang akan datang.
2. Lambang rezeki yang terus mengalir setiap tahun baru

Selain itu, sudah menjadi kebiasaan masyarakat etnis Tionghoa untuk menyisakan sebagian ikan setelah makan malam Tahun Baru Imlek. Terutama kepala dan ekor, yang melambangkan bahwa keuntungan dan penghasilan yang akan didapat tahun ini berlebih serta sisa tersebut diharapkan berupa rezeki yang terus mengalir.
Kebiasaan ini mencerminkan ungkapan dalam bahasa Mandari "Nian Nian You Yu (年年有余)", yang memiliki arti "Semoga setiap tahun memiliki kelebihan atau kemakmuran". Maka dari itu, saat Tahun Baru Imlek, ikan disajikan utuh (kepala dan ekor) untuk melambangkan awal dan akhir tahun yang baik serta berkesinambungan.
3. Cara mendoakan tahun baru yang makmur

Penyajian ikan juga sangat diperhatikan saat Tahun Baru Imlek, nih. Ikan biasanya akan disajikan secara utuh yang mencerminkan gagasan menyelesaikan sesuatu dari awal hingga akhir dan menandakan keberhasilan dalam penyelesaian tahun.
Jadi, sangat penting untuk memasak ikan utuh tanpa memotong atau mencincangnya. Bahkan di China Selatan, sudah umum untuk menyiapkan dua hidangan ikan saat makan malam Tahun Baru Imlek, untuk disajikan dan dilihat. Ini disebut "melihat ikan" dan merupakan tradisi untuk mendoakan tahun baru yang makmur, lho.
4. Ikan yang wajib ada saat Tahun Baru Imlek

Hanya beberapa varietas ikan yang akan disuguhkan saat Tahun Baru Imlek. Pertama, ikan mas karena merupakan jenis ikan yang paling dihormati dalam budaya China, terutama jenis merah atau emas. Bahkan, legenda "Ikan Mas Melompati Gerbang Naga" melambangkan ketekunan dan transformasi, bangkit dari awal yang sederhana untuk mencapai kebesaran.
Kedua, ikan lele yang dalam bahasa Mandarin "Nián yú (鲶鱼)" terdengar sama dengan kata "surplus tahunan" atau "Nián yú 年余)", menjadikannya pilihan yang sangat menguntungkan. Keluarga di China Utara sering kali lebih menyukai ikan lele, karena hubungan fonetik ini yang diyakini akan meningkatkan janji kelimpahan rezeki selama bertahun-tahun.
Ketiga, ikan seabass, khususnya kerapu raksasa atau seabass berbintik, dihargai karena teksturnya yang kenyal dan rasanya yang lembut. Ikan seabass dianggap mewah dan umumnya banyak disajikan di China Selatan. Nilai pasarnya yang tinggi inilah yang memperkuat simbol kekayaan dan menjadikannya ideal untuk Tahun Baru Imlek.
Dari penjelasan di atas, tentunya ikan bukan hanya sekadar hidangan Tahun Baru Imlek. Namun, sejak dahulu ikan adalah lambang keberuntungan dan kemamkuran, sehingga masyarakat Tionghoa percaya dengan menyantapnya akan membawa rezeki yang berlimpah di tahun baru.


















