4 Buah yang Tidak Ada Bijinya, Ini Alasan Ilmiahnya!

- Pisang tidak memiliki biji karena hasil proses budidaya dan termasuk dalam triploid.
- Nanas tumbuh dari puluhan bunga yang bersatu menjadi buah melalui proses partenokarpi alami.
- Anggur Thompson seedless memiliki kandungan gula tinggi dan matang lebih cepat karena mekanisme stenospermokarpi.
Apakah kamu tahu bahwa tidak semua buah memiliki biji? Buah yang tidak memiliki biji terkadang lebih disukai karena kepraktisannya. Namun, hal ini bukanlah sebuah keajaiban belaka, melainkan hasil dari proses biologis yang disebut partenokarpi.
Partenokarpi adalah proses di mana sebuah tanaman yang menghasilkan buah, tapi tidak melewati tahap pembuahan dan penyerbukan. Proses ini terbagi menjadi dua, yakni partenokarpi alami dan partenokarpi buatan yang dibantu oleh zat pengatur. Lantas, apa saja buah yang tidak ada bijinya? Simak penjelasannya di bawah ini!
1. Pisang

Pisang yang sering dijual di toko-toko biasanya tidak memiliki biji. Ketika dibelah, kamu hanya akan menemukan bintik-bintik hitam kecil di tengahnya. Pisang yang tidak memiliki biji adalah hasil proses budidaya dan termasuk dalam triploid. Proses budidaya inilah yang membuat pisang tidak bisa tumbuh dari biji.
Namun, pisang aslinya memiliki biji-biji keras di dalamnya. Salah satu contohnya adalah pisang batu atau klutuk. Jenis pisang ini memiliki kulit yang tebal dan daging buah yang cenderung keras. Oleh sebab itu, pisang batu lebih sering digunakan untuk tujuan pengobatan.
2. Nanas

Nanas tumbuh dari puluhan bunga yang bersatu menjadi buah. Di perkebunan modern, pohon nanas dijauhkan dari agen penyerbuk, sehingga tidak melalui proses penyerbukan. Tanpa proses penyerbukan, bunga-bunga nanas akan berkembang menjadi daging buah yang manis melalui proses partenokarpi alami.
Penelitian yang dilakukan poltekkes-tjk.ac.id menjelaskan bahwa dalam proses pertumbuhan nanas sebenarnya memiliki banyak biji. Namun, biji nanas akan cepat gugur saat bunga mulai mekar. Biji nanas biasanya berbentuk gepeng bulat lonjong dengan panjang 3—5 mm dan lebar 1—2 mm.
3. Anggur Thompson

Anggur Thompson seedless adalah varietas anggur tanpa biji. Jenis anggur ini memiliki warna hijau pucat hingga kuning kecokelatan. Selain untuk konsumsi langsung, anggur Thompson seedless biasanya dibudidayakan untuk dikeringkan menjadi kismis karena rasanya yang sangat manis.
Berbeda dengan jenis anggur lainnya, anggur thompson seedless memiliki kandungan gula yang tinggi dan matang lebih cepat. Anggur ini menggunakan mekanisme yang disebut stenospermokarpi yang membuat biji-biji anggur Thompson seedless tidak bisa tumbuh. Itu sebabnya saat dimakan biji anggur Thompson seedless tidak terasa.
4. Kesemek

Terakhir, ada buah kesemek yang juga tidak memiliki biji. Kesemek juga melalui proses mutasi genetik alami, sehingga biji kesemek tidak bisa tumbuh. Kalaupun ada biji yang tumbuh, mungkin hanya ditemukan 1 atau 2 saja.
Menariknya, biji kesemek bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman secara generatif. Biasanya budidaya tanaman buah kesemek lebih sering menggunakan metode vegetatif. Di mana tanaman buah kesemek berkembang biak tanpa menggunakan biji.
Kehadiran buah-buah tanpa biji ini membuktikan kecanggihan dalam teknik pertanian dan perkebunan modern. Selain memudahkan, inovasi ini juga membantu dalam pengolahan industri makanan agar lebih efisien. Meskipun tanpa biji, tapi kandungan nutrisi dan rasa tetap terjaga dengan baik.

















