Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perbedaan Susu UHT dan Susu Pasteurisasi, Mana Lebih Sehat?

Perbedaan Susu UHT dan Susu Pasteurisasi, Mana Lebih Sehat?
ilustrasi susu UHT dan susu pasteurisasi (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Susu UHT dan pasteurisasi berbeda pada suhu serta durasi pemanasan, yang memengaruhi daya tahan, rasa, dan kandungan nutrisinya.
  • Susu UHT lebih tahan lama tanpa kulkas, sedangkan susu pasteurisasi harus disimpan dingin agar tetap aman dikonsumsi.
  • Keduanya sama-sama bergizi dan aman; pilihan tergantung kebutuhan harian antara kepraktisan atau rasa segar alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sebagai sumber nutrisi, susu banyak dikonsumsi pada berbagai waktu, dari pagi hingga malam hari. Dua jenis yang paling sering ditemui di pasaran adalah susu UHT dan susu pasteurisasi. Meski sama-sama berbahan dasar susu sapi, keduanya melalui proses pengolahan yang berbeda.

Perbedaan ini memengaruhi daya tahan, rasa, hingga kandungan nutrisi di dalamnya. Tak heran, banyak orang masih bingung menentukan mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi sehari-hari. Supaya gak salah pilih, simak lima perbedaan susu UHT dan susu pasteurisasi berikut ini sebelum kamu membelinya, ya!

1. Proses pengolahan

ilustrasi proses pengolahan susu
ilustrasi proses pengolahan susu (unsplash.com/Ivan Pergasi)

Perbedaan utama susu UHT dan susu pasteurisasi terletak pada proses pengolahannya. Susu UHT dipanaskan pada suhu sangat tinggi, sekitar 135—150 derajat Celsius, dalam waktu singkat. Proses ini bertujuan membunuh hampir seluruh mikroorganisme di dalam susu.

Berbeda halnya dengan susu pasteurisasi yang dipanaskan pada suhu lebih rendah, yakni sekitar 63—75 derajat Celsius. Prosesnya sengaja dibuat lebih lama untuk mematikan bakteri jahat, tetapi tetap menjaga kandungan nutrisi susu agar tidak rusak. Perbedaan suhu serta lamanya pemanasan inilah yang membuat karakteristik kedua susu tersebut menjadi berbeda.

2. Daya tahan dan penyimpanan

ilustrasi menyimpan susu di dalam kulkas
ilustrasi menyimpan susu di dalam kulkas (unsplash.com/Debby Hudson)

Susu UHT punya daya tahan yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan jenis pasteurisasi. Dalam keadaan masih tersegel, susu ini bisa awet berbulan-bulan tanpa perlu masuk kulkas. Sifatnya yang tahan lama inilah yang membuat susu UHT sangat praktis dan mudah dibawa ke mana-mana.

Sebaliknya, susu pasteurisasi memiliki masa simpan yang lebih singkat. Susu ini biasanya harus disimpan di dalam lemari pendingin agar tetap aman dikonsumsi. Begitu kemasan dibuka, susu pasteurisasi juga lebih cepat rusak dibandingkan dengan susu UHT.

3. Rasa dan tekstur

ilustrasi minum susu
ilustrasi minum susu (freepik.com/freepik)

Perbedaan cara pemanasan membuat karakter rasa susu UHT dan susu pasteurisasi tidak sepenuhnya sama. Susu UHT yang diproses dengan suhu sangat tinggi cenderung memiliki rasa lebih “matang”, bahkan sedikit karamel. Teksturnya pun terasa lebih konsisten karena telah melalui proses sterilisasi menyeluruh.

Sementara itu, susu pasteurisasi mempertahankan rasa yang lebih segar dan mendekati susu sapi alami. Sensasi di mulutnya sering dianggap lebih ringan dan tidak terlalu pekat. Pada akhirnya, soal rasa tetap menjadi preferensi pribadi yang bisa berbeda pada setiap orang.

4. Kandungan nutrisi

ilustrasi segelas susu
ilustrasi segelas susu (pixabay.com/Alexas_Fotos)

Baik susu UHT maupun susu pasteurisasi, keduanya tetap mengandung nutrisi penting seperti protein dan kalsium. Namun, pemanasan suhu tinggi pada susu UHT dapat menyebabkan penurunan kecil pada vitamin tertentu. Meski begitu, penurunan ini umumnya tidak signifikan untuk kebutuhan harian.

Susu pasteurisasi dipandang lebih unggul dalam mempertahankan gizi berkat suhu pemrosesan yang minim. Alasan tersebut mendasari pandangan bahwa susu pasteurisasi terasa lebih "alami". Namun, jangan keliru, keduanya tetap bisa menjadi pilihan sumber nutrisi yang hebat asalkan asupannya diatur dengan seimbang dalam diet harian.

5. Pilihan susu yang sesuai untuk dikonsumsi harian

ilustrasi susu UHT
ilustrasi susu UHT (freepik.com/freepik)

Menentukan susu yang lebih sehat tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan sehari-hari. Jika kamu menikmati susu dengan rasa yang lebih segar dan tidak keberatan menyimpannya di kulkas, susu pasteurisasi layak dipilih. Namun, untuk rutinitas serba cepat, susu UHT sering menjadi solusi praktis karena tahan disimpan lebih lama.

Dari sisi keamanan pangan, keduanya sama-sama aman jika dikonsumsi sesuai aturan penyimpanan. Tidak ada jenis susu yang mutlak lebih sehat untuk semua orang. Yang terpenting adalah memilih susu sesuai kebutuhan dan mengonsumsinya secara rutin dan seimbang.

Pada akhirnya, baik susu UHT maupun susu pasteurisasi sama-sama memiliki kelebihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan memahami perbedaannya, kamu bisa lebih bijak menentukan pilihan susu untuk konsumsi sehari-hari. Yang terpenting, pilih susu yang mendukung kebutuhan nutrisi dan rutinitas harianmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More