Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Cuma Kimchi, Ini 5 Jenis Banchan Paling Unik Khas Korea!
ilustrasi banchan (pexels.com/ Anthony Rahayel)

Kalau kamu sering menonton drama Korea atau makan di restoran Korea, pasti sudah gak asing lagi dengan banchan. Lauk pendamping yang disajikan dalam piring-piring kecil ini hampir selalu memenuhi meja makan sebelum hidangan utama datang. Jenisnya pun beragam, mulai dari sayuran, makanan fermentasi, hingga olahan seafood yang mungkin belum pernah kamu lihat sebelumnya.

Sayangnya, banyak orang hanya mengenal kimchi sebagai banchan khas Korea. Padahal, masih ada banyak banchan lain yang tampil dengan bahan-bahan unik dan cita rasa yang berbeda. Bahkan, beberapa di antaranya bisa membuat wisatawan terkejut saat mengetahui bahan utamanya. Kalau penasaran, berikut lima jenis banchan khas Korea yang wajib kamu kenal.

1. Beondegi

ilustrasi boendegi (commons.wikimedia.org/ Blueberry87)

Kalau ada banchan yang paling sering membuat wisatawan ragu untuk mencoba, beondegi mungkin salah satunya. Hidangan ini dibuat dari kepompong ulat sutra yang direbus atau dibumbui dengan kecap dan rempah sederhana sebelum disajikan.

Meski terdengar ekstrem bagi sebagian orang, beondegi sudah lama menjadi bagian dari kuliner Korea. Teksturnya kenyal dengan rasa gurih yang khas. Selain dijual sebagai jajanan kaki lima, di beberapa daerah beondegi juga disajikan sebagai banchan pendamping nasi di rumah maupun restoran tradisional.

2. Myeongran jeot

ilustrasi myeongran jeot (commons.wikimedia.org/ ayustety)

Myeongran jeot dibuat dari telur ikan pollock yang diawetkan menggunakan garam dan bumbu. Bentuknya memang sederhana, tetapi rasanya cukup kuat dengan perpaduan gurih, asin, dan aroma laut yang khas.

Biasanya banchan ini dimakan dalam porsi kecil bersama nasi putih hangat. Teksturnya lembut dan sedikit creamy saat digigit. Bagi pencinta seafood, myeongran jeot menjadi salah satu banchan yang paling menarik untuk dicoba.

3. Changran jeot

ilustrasi changran jeot (commons.wikimedia.org/ kyungeun)

Kalau mendengar bahan utamanya, mungkin sebagian orang langsung mengernyit. Changran jeot dibuat dari usus ikan kod yang difermentasi menggunakan garam dan bumbu hingga memiliki cita rasa yang khas.

Walaupun terdengar cukup ekstrem, banchan ini memiliki banyak penggemar di Korea. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan teksturnya kenyal. Biasanya changran jeot disantap sedikit demi sedikit sebagai pelengkap nasi hangat.

4. Doraji muchim

ilustrasi doraji muchim (commons.wikimedia.org/ by jetalone)

Doraji muchim menjadi salah satu banchan yang cukup unik karena menggunakan akar bunga balon atau balloon flower. Setelah dibersihkan, akar tersebut dibumbui dengan gochugaru, bawang putih, minyak wijen, dan sedikit gula.

Rasanya memadukan gurih, pedas, dan sedikit pahit yang menjadi ciri khas doraji. Teksturnya renyah sehingga memberikan sensasi berbeda dibanding banchan lain. Selain itu, masyarakat Korea juga percaya doraji baik untuk kesehatan, terutama saluran pernapasan.

5. Cheongpomuk muchim

ilustrasi cheongpomuk muchim (commons.wikimedia.org/ Eugene Kim)

Kalau biasanya jelly identik dengan makanan penutup, cheongpomuk muchim justru disajikan sebagai banchan. Hidangan ini dibuat dari pati kacang hijau yang diolah hingga membentuk jelly bening dengan tekstur lembut.

Jelly tersebut kemudian dipotong kecil-kecil lalu dicampur dengan rumput laut, sayuran, minyak wijen, dan kecap. Rasanya ringan, gurih, dan menyegarkan, sehingga cocok dipadukan dengan hidangan Korea yang berbumbu kuat.

Banchan membuktikan kalau kuliner Korea jauh lebih beragam daripada yang selama ini dikenal banyak orang. Gak cuma kimchi, masih ada berbagai lauk pendamping dengan bahan dan cita rasa yang unik, mulai dari kepompong ulat sutra, telur ikan fermentasi, hingga akar bunga yang diolah menjadi hidangan lezat.

Kalau suatu hari kamu berkesempatan makan di restoran Korea atau langsung berkunjung ke Korea Selatan, jangan ragu mencoba banchan yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Siapa tahu, justru lauk sederhana itulah yang menjadi favorit barumu setelah mencicipinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article