Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Daging Ayam Masih Berwarna Merah setelah Dimasak, Aman Dikonsumsi?

Daging Ayam Masih Berwarna Merah setelah Dimasak, Aman Dikonsumsi?
Potret ayam goreng serai (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)
Intinya Sih
  • Warna merah pada ayam matang tidak selalu berarti belum matang, karena pigmen alami tulang bisa tetap terlihat meski suhu sudah aman untuk dikonsumsi.
  • Sumsum tulang ayam muda dan proses pembekuan dapat menyebabkan pigmen meresap ke daging, membuat warna kemerahan muncul setelah dimasak.
  • Cara paling akurat memastikan ayam matang adalah mengukur suhu internal sekitar 74°C, bukan hanya melihat warna atau tekstur luar daging.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah kamu memotong ayam yang sudah selesai dimasak, tetapi masih menemukan bagian berwarna merah muda atau kemerahan di dekat tulangnya? Kondisi seperti ini sering membuat banyak orang ragu menyantapnya, karena dikira masih mentah.

Padahal, warna merah pada ayam matang tidak selalu menandakan bahwa daging tersebut belum matang atau berbahaya dikonsumsi. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan warna tersebut tetap muncul meski ayam sudah melalui proses pemasakan yang benar.

Lantas, sebenarnya apa penyebab daging ayam tetap berwarna merah setelah dimasak? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, ya!

1. Warna merah tidak selalu berarti ayam masih mentah

Banyak orang menganggap warna merah atau merah muda pada ayam menjadi tanda bahwa daging belum matang. Faktanya, warna bukan satu-satunya indikator kematangan ayam.

Pada beberapa kasus, ayam yang telah mencapai suhu aman untuk dikonsumsi masih dapat mempertahankan warna kemerahan, terutama di area yang berdekatan dengan tulang. Hal ini terjadi karena pigmen alami pada tulang dan daging dapat bereaksi selama proses pemasakan. Jadi, jangan hanya mengandalkan warna saat menentukan apakah ayam sudah matang atau belum.

2. Sumsum tulang bisa memengaruhi warna daging

Potret memotong ayam
Potret memotong ayam (pixabay.com/planet_fox)

Salah satu penyebab paling umum adalah keluarnya pigmen dari sumsum tulang, terutama pada ayam yang masih muda. Tulang ayam muda cenderung lebih berpori sehingga pigmen dari sumsum lebih mudah meresap ke jaringan daging saat terkena panas.

Akibatnya, bagian daging yang menempel di sekitar tulang bisa tampak merah, merah muda, atau bahkan sedikit keunguan, meskipun sebenarnya sudah matang sempurna. Fenomena ini sangat umum ditemukan pada ayam yang dipanggang, direbus, maupun digoreng.

3. Proses pembekuan juga dapat menyebabkan perubahan warna

Ayam yang sebelumnya disimpan dalam kondisi beku juga lebih berpotensi menunjukkan warna kemerahan setelah dimasak. Saat dibekukan, struktur tulang dapat mengalami retakan halus sehingga pigmen dari sumsum lebih mudah keluar ketika ayam dimasak.

Pigmen tersebut kemudian meresap ke daging di sekitarnya dan menghasilkan warna merah yang masih terlihat setelah proses memasak selesai. Kondisi ini tidak berkaitan dengan kualitas atau keamanan ayam, melainkan hanya perubahan fisik akibat proses penyimpanan.

4. Cara paling aman mengecek kematangan adalah suhu internal

Potret menggoreng ayam
Potret menggoreng ayam (pexels.com/Thư Tiêu)

Daripada hanya melihat warna daging, cara paling akurat memastikan ayam sudah matang adalah mengukur suhu bagian terdalam menggunakan termometer makanan. Ayam dinyatakan aman dikonsumsi apabila suhu internalnya telah mencapai sekitar 74 derajat Celsius.

Pada suhu tersebut, bakteri berbahaya seperti Salmonella umumnya telah mati, sehingga risiko keracunan makanan jauh lebih kecil. Jika tidak memiliki termometer, pastikan daging terasa empuk, tidak lagi bertekstur kenyal seperti daging mentah, dan cairan yang keluar tampak bening, bukan merah pekat.

5. Kapan ayam merah sebaiknya tidak dikonsumsi?

Meski warna merah tidak selalu berbahaya, ada beberapa kondisi yang tetap perlu diwaspadai. Sebaiknya jangan mengonsumsi ayam jika bagian tengah daging masih dingin, teksturnya sangat lembek seperti daging mentah, atau mengeluarkan cairan merah pekat yang menyerupai darah.

Selain itu, ayam yang berbau tidak sedap, berlendir, atau sudah melewati masa simpan juga sebaiknya dibuang, meskipun telah dimasak. Hal ini menandakan kualitas ayam yang kemungkinan buruk atau busuk, atau sudah terkontaminasi bakteri yang bisa membahayakan kesehatan tubuh.

Selama ayam dimasak hingga mencapai suhu yang aman dan tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan, warna merah di dekat tulang umumnya merupakan kondisi normal dan masih aman untuk dikonsumsi. Jadi, sebelum buru-buru membuangnya, pastikan terlebih dahulu penyebab warna merah tersebut, supaya tidak salah menilai kualitas daging ayam.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu

Related Articles

See More