Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Jenis Keju untuk Membuat Cheese Platter, Ada Favoritmu?

5 Jenis Keju untuk Membuat Cheese Platter, Ada Favoritmu?
Potret cheese platter (magnific.com/azerbaijan_stockers)
  • Cheese platter populer sebagai pendamping teh, kopi, dan momen kumpul; penyusunannya mengandalkan perpaduan tekstur serta rasa dari beberapa kategori keju.
  • Soft cheese seperti brie dan camembert memberi rasa lembut; gouda semi-hard menyeimbangkan tekstur; aged cheddar hard menghadirkan rasa tajam dan sensasi renyah.
  • Firm cheese seperti manchego atau parmesan menawarkan umami padat, sedangkan blue cheese gorgonzola atau roquefort memberi rasa asin tajam yang cocok dipadukan madu, buah, kacang, atau roti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cheese platter kini semakin populer sebagai sajian pendamping minum teh dan kopi, terutama saat berkumpul bersama keluarga maupun bestie. Kombinasi visual yang memanjakan mata dan paduan rasa yang unik membuat hidangan ini selalu berhasil mencuri perhatian di meja makan.

Membuat cheese platter bukanlah sekadar menata keju secara acak di atas papan kayu, melainkan memadukan berbagai tekstur dan rasa dengan tepat. Tujuannya agar setiap gigitan terasa seimbang. Kunci utamanya terletak pada jenis atau kategori kejunya. Biasanya ada kominasi beberapa kategori, yakni lembut (soft), setengah keras (semi-hard), hingga padat dan renyah (hard cheese).

Penasaran jenis keju apa saja yang wajib ada di dalam papan kejumu? Yuk, intip lima jenis keju terbaik untuk membuat cheese platter berikut ini!

  1. 1. Soft cheese

    Potret soft cheese
    Potret soft cheese (unsplash.com/alldiz)

    Jenis keju yang pertama adalah soft cheese atau keju lembut. Keju ini sangat penting ada di dalam cheese platter untuk memberikan sensasi rasa netral. Biasanya, soft cheese ini cocok dinikmati bersama olesan madu, selai buah, irisan apel segar, atau ditumpuk di atas biskuit cracker yang renyah.

    Brie dan camembert adalah dua contoh soft cheese yang cocok untuk cheese platter. Keduanya bertekstur creamy dan berasal dari Parncis. Ciri khasnya berupa lapisan kulit luar berwarna putih halus, sedangkan bagian dalamnya sangat lembut dan meleleh di mulut.

    Cita rasanya cenderung gurih lembut, sedikit manis beraroma mentega (buttery), serta memiliki aroma khas kacang (nutty) yang tidak terlalu menyengat.

  2. 2. Semi-hard cheese

    Potret keju gouda
    Potret keju gouda (unsplash.com/Katrin Leinfellner)

    Semi-hard cheese juga gak kalah penting dalam penyajian cheese platter. Salah satu semi-hard cheese yang paling populer adalah gouda dari Belanda. Keju ini terbuat dari susu sapi dan dijual dalam berbagai tingkat kematangan, dari young gouda hingga aged gouda. Teksturnya kenyal dan halus, serta rasanya manis-gurih mirip karamel.

    Gouda berfungsi sebagai penyeimbang tekstur di dalam cheese platter, karena tidak terlalu lembek maupun terlalu keras. Warna kuning keemasannya yang cerah memberikan kontras visual yang menarik saat disajikan bersama keju jenis lain. Biasanya gouda dipadukan dengan buah anggur, kacang almond panggang, atau irisan daging asap (cured meat).

  3. 3. Hard cheese

    Potret hard cheese
    Potret hard cheese (pexels.com/ahimsa)

    Hard cheese juga menjadi penyeimbang bagi soft cheese dan semi-hard cheese. Sesuai dengan namanya, tekstur keju ini keras dan dipotong dalam bentuk kubus kecil. Salah satu jenis hard cheese yang cocok digunakan untuk cheese platter adalah aged cheddar. Keju ini telah melalui proses pemeraman (aging) selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

    Berbeda dengan keju cheddar olahan biasa, aged cheddar memiliki tekstur yang lebih padat, sedikit rapuh (crumbly), serta ada kristal-kristal garam alami di dalamnya. Kristal inilah yang memberikan sensasi renyah saat dikunyah. Selain itu, rasanya sangat tajam (sharp), gurih pekat, dan kaya akan aroma rempah (earthy). Kamu bisa memadukan aged cheddar dengan buah-buahan kering, seperti kismis, buah ara, atau roti baguette panggang, Untuk menetralisir rasa tajamnya.

  4. 4. Firm cheese

    Potret keju parmigiano-reggiano
    Potret keju parmigiano-reggiano (pixabay.com/Broesis)

    Firm cheese merupakan kategori keju dengan daya simpan lama yang memiliki kadar air sangat rendah. Contoh paling populer untuk kategori ini adalah manchego, keju khas Spanyol dari susu domba, dan parmigiano-reggiano (parmesan) asal Italia. Keju jenis ini teksturnya cukup padat, keras, dan mudah patah. Saat dipotong, ada serat alami yang terbentuk.

    Soal cita rasa, firm cheese ini sangat kompleks, didominasi gurih pekat umami, sedikit sentuhan asam-asin yang kaya, serta aroma rempah kacang (nutty). Kehadirannya dalam cheese platter memberikan pengalaman unik, serta cocok dipadukan dengan buah zaitun, kacang pistachio, irisan daging prosciutto, hingga buah-buahan manis.

  5. 5. Blue cheese

    Potret blue cheese
    Potret blue cheese (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

    Blue cheese merupakan elemen pemungkas yang membuat cheese platter buatanmu tampak berkelas layaknya sajian restoran bintang lima. Dua jenis blue cheese yang kerap jadi campuran cheese platter adalah gorgonzola dari Italia atau roquefort dari Prancis.

    Keduanya memiliki serat atau urat-urat halus berwarna biru kehijauan di dalamnya. Warna biru ini berasal dari pembiakan jamur Penicillium yang ditambahkan selama proses fermentasi.

    Tekstur keduanya cukup unik, yakni creamy dan agak rapuh. Aroma dan rasanya cukup menyengat, asin, sekaligus gurih tajam. Kamu bisa menyajikannya dengan madu murni, potongan buah pir manis, atau kacang walnut untuk menciptakan harmoni rasa yang sempurna.

    Itulah beberapa jenis keju yang kerap digunakan untuk membuat cheese platter. Keju-keju di atas bisa dipadukan dengan crackers, roti baguette, buah segar, buah kering, dan madu. Kamu paling suka keju yang mana, nih?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More