ilustrasi memasak (pexels.com/Antonius Ferret)
Setiap masakan punya kebutuhan panas yang berbeda, sehingga tidak bisa disamaratakan dengan api kecil. Tumisan, gorengan, hingga masakan berkuah butuh panas yang cukup agar hasilnya pas. Jika dipaksakan dengan api kecil, makanan bisa menyerap minyak lebih banyak atau matang tidak merata. Hasil akhir jadi kurang maksimal meski waktu memasak lebih lama.
Menyesuaikan api dengan jenis masakan membuat proses memasak lebih efisien. Misalnya, gunakan api sedang untuk menumis, lalu kecilkan setelah bumbu matang. Untuk merebus, gunakan api besar hingga mendidih, lalu turunkan agar tetap stabil. Cara ini membantu menghemat gas tanpa mengorbankan rasa.
Masak hemat gas bukan soal mengecilkan api terus-menerus, tetapi soal tahu kapan harus membesar dan mengecilkan nyala kompor. Pengaturan api yang tepat membuat waktu memasak lebih singkat dan hasilnya tetap maksimal. Jadi, masih yakin api kecil selalu jadi cara paling hemat saat memasak?