Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Masak Daging Hemat Gas yang Bisa Kamu Terapkan

5 Tips Masak Daging Hemat Gas yang Bisa Kamu Terapkan
ilustrasi memasak daging (vecteezy.com/ Muhammad Yahya)
Intinya Sih
  • Artikel membahas berbagai teknik memasak daging hemat gas, menekankan pentingnya pengaturan panas dan perlakuan awal agar hasil tetap empuk tanpa boros bahan bakar.
  • Metode seperti teknik 5-30-7, pemilihan potongan daging yang tepat, serta penggunaan panci tertutup rapat terbukti efektif mempercepat proses masak dan menjaga efisiensi gas.
  • Alternatif tambahan seperti daun pepaya dan panci presto membantu mempercepat pelunakan daging, menjadikan proses memasak lebih praktis tanpa mengurangi cita rasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memasak daging sering dianggap boros gas karena waktu memasaknya cukup lama, apalagi jika ingin hasilnya empuk tanpa alot. Padahal, ada cara masak hemat gas yang tetap menghasilkan daging matang sempurna tanpa harus menyalakan api terus-menerus. Kunci utamanya bukan sekadar lama memasak, melainkan cara mengatur panas dan perlakuan pada daging sejak awal.

Teknik yang tepat bisa memangkas waktu sekaligus menjaga rasa tetap kuat. Berikut beberapa tips memasak daging yang hemat gas untuk kamu praktikkan di rumah. Dagingnya empuk, gas yang kamu gunakan pun bakal hemat!

1. Teknik 5-30-7 mengolah daging agar cepat empuk

ilustrasi masak daging
ilustrasi masak daging (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)

Metode ini cukup populer karena sederhana, tetapi hasilnya konsisten jika dilakukan dengan benar. Air direbus sampai benar-benar mendidih, lalu daging dimasukkan dan dimasak selama 5 menit penuh tanpa diaduk berlebihan. Setelah itu, api dimatikan, panci ditutup rapat, dan daging dibiarkan selama 30 menit agar panas terperangkap di dalam.

Langkah berikutnya, nyalakan kembali api dan lanjutkan memasak selama 7 menit saja sebelum dimatikan lagi. Diamkan kembali sekitar 30 menit tanpa membuka tutup panci agar sisa panas bekerja maksimal. Cara ini membuat daging tetap matang meski api tidak menyala lama, sehingga penggunaan gas jauh lebih hemat. Selain itu, tekstur daging biasanya lebih lembut karena proses pemasakan tidak terlalu agresif.

2. Pemilihan potongan daging menentukan lama masak

ilustrasi daging
ilustrasi daging (vecteezy.com/Bigc Studio)

Tidak semua bagian daging membutuhkan waktu yang sama untuk matang, sehingga memilih potongan yang tepat bisa menghemat gas sejak awal. Bagian dengan serat lebih pendek seperti has dalam cenderung lebih cepat empuk dibanding bagian paha atau sandung lamur. Jika tujuan utama adalah efisiensi waktu, memilih potongan yang tidak terlalu alot bisa jadi langkah paling praktis.

Selain itu, ukuran potongan juga berpengaruh besar terhadap durasi memasak. Daging yang dipotong lebih kecil dan melawan arah serat biasanya lebih cepat matang dan tidak membutuhkan waktu lama di atas api. Cara ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya cukup terasa pada penggunaan gas. Dengan potongan yang tepat, waktu memasak bisa dipangkas tanpa perlu teknik tambahan yang rumit.

3. Penggunaan panci tertutup rapat menjaga panas tetap efektif

ilustrasi panci tertutup
ilustrasi panci tertutup (vecteezy.com/Deepak Verma)

Banyak orang masih sering membuka tutup panci saat memasak daging, padahal kebiasaan ini justru membuat panas keluar dan memperpanjang waktu masak. Panci yang tertutup rapat mampu menahan uap panas di dalam sehingga proses memasak tetap berjalan meski api kecil atau bahkan sudah dimatikan. Ini yang membuat teknik hemat gas bisa bekerja maksimal.

Jenis panci juga berpengaruh pada hasil akhir, terutama yang memiliki dasar tebal karena mampu menyimpan panas lebih lama. Dengan panci seperti ini, suhu di dalam tetap stabil tanpa perlu api besar terus-menerus. Kombinasi tutup rapat dan panci yang tepat bisa membuat daging matang lebih cepat tanpa boros gas. Hasilnya tetap empuk dan kuah tidak cepat menyusut.

4. Pemanfaatan daun pepaya membantu daging lebih cepat lunak

ilustrasi daun pepaya
ilustrasi daun pepaya (vecteezy.com/Onyengradar)

Daun pepaya sering dipakai sebagai cara tradisional untuk membantu melunakkan daging sebelum dimasak. Daging cukup dibungkus dengan daun pepaya selama sekitar satu jam, lalu dibilas sebelum dimasak agar tidak meninggalkan rasa pahit. Cara ini membuat serat daging lebih mudah diolah saat proses pemasakan berlangsung.

Dengan kondisi daging yang sudah lebih lunak sejak awal, waktu memasak bisa dipersingkat tanpa perlu api besar dalam waktu lama. Teknik ini cocok dipadukan dengan metode rebus hemat gas agar hasilnya maksimal. Selain hemat bahan bakar, daging juga lebih mudah diolah menjadi berbagai masakan seperti semur atau rawon. Prosesnya sederhana dan tidak membutuhkan alat tambahan.

5. Penggunaan panci presto mempercepat waktu masak secara signifikan

ilustrasi panci presto
ilustrasi panci presto (commons.wikimedia.org/Guillotinado)

Jika tersedia di dapur, panci presto bisa jadi solusi paling cepat untuk memasak daging tanpa boros gas. Tekanan tinggi di dalam panci membuat daging matang dalam waktu singkat, biasanya hanya sekitar lima belas hingga dua puluh menit. Waktu ini jauh lebih singkat dibandingkan dengan metode rebus biasa yang bisa memakan waktu berjam-jam.

Meski menggunakan tekanan, hasil daging tetap empuk dan tidak kehilangan rasa jika waktu memasaknya pas. Penggunaan gas juga lebih efisien karena durasi memasak jauh lebih pendek. Setelah matang, daging bisa langsung diolah kembali sesuai kebutuhan tanpa perlu dimasak lama lagi. Cara ini cocok untuk yang ingin praktis tanpa mengorbankan kualitas masakan.

Masak hemat gas bukan berarti harus mengurangi kualitas masakan, karena dengan teknik yang tepat justru hasilnya bisa lebih baik. Pengaturan waktu, pemilihan bahan, serta cara memasak punya peran besar dalam menentukan efisiensi. Jika dilakukan dengan benar, kebutuhan gas bisa ditekan tanpa harus ribet di dapur. Jadi, dari semua cara tadi, mana yang paling ingin kamu coba lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More