Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Harga Kacang Mete Mahal? Ini Penyebabnya!

Kenapa Harga Kacang Mete Mahal? Ini Penyebabnya!
ilustrasi kacang mete (vecteezy.com/Thatphichai Yodsri)
Intinya Sih
  • Harga kacang mete tinggi karena proses pengupasannya rumit dan masih banyak dilakukan manual, memerlukan waktu serta tenaga ekstra dibandingkan jenis kacang lain.
  • Pohon mete hanya tumbuh di wilayah tropis tertentu, membuat pasokan terbatas dan harga naik saat permintaan global tetap tinggi.
  • Kacang mete populer di berbagai kuliner dunia berkat rasa gurih dan teksturnya yang lembut, meningkatkan nilai jualnya di pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setiap momen Lebaran, meja tamu hampir selalu dipenuhi berbagai camilan, mulai dari kue kering, seperti kastengel atau nastar, hingga aneka kacang panggang. Di antara semua pilihan tersebut, kacang mete sering menjadi salah satu hidangan favorit yang cepat habis disantap tamu karena rasanya gurih, renyah, dan mudah diolah lagi menjadi berbagai macam camilan.

Namun, ketika membeli di pasar atau supermarket menjelang Lebaran, banyak orang langsung menyadari satu hal yang cukup mencolok, yaitu harga kacang mete jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kacang lain. Tidak sedikit orang kemudian bertanya-tanya, sebenarnya kenapa harga kacang mete mahal? Supaya kamu gak lagi penasaran, IDN Times punya jawabannya.

1. Cara mengupas kacang mete harus dilakukan satu per satu

ilustrasi mengupas kacang mete
ilustrasi mengupas kacang mete (commons.wikimedia.org/Lauren Hudgins)

Berbeda dari kacang tanah yang bisa langsung dikupas dan dipanggang, kacang mete memiliki cangkang keras yang tidak bisa dibuka sembarangan. Lapisan cangkang tersebut menyimpan cairan alami bernama anacardic acid, yaitu minyak yang dapat menyebabkan kulit terasa panas atau iritasi apabila terkena langsung.

Oleh karena itu, biji mete tidak dapat langsung dibuka begitu saja setelah dipanen. Biasanya, mete biji mete akan melalui proses perebusan atau pemanggangan agar cairan berbahaya di dalam cangkang menjadi aman. Tahap ini penting, karena tanpa proses pemanasan, minyak dari cangkang bisa melukai tangan pekerja yang mengupasnya.

Setelah proses tersebut selesai, cangkang mete harus dibuka secara hati-hati agar bijinya tidak pecah. Banyak tempat pengolahan masih melakukan tahap ini secara manual menggunakan alat sederhana. Artinya, setiap biji harus diproses satu per satu, sehingga membutuhkan tenaga kerja dan waktu yang tidak sedikit.

Sesudah cangkang terbuka, biji mete masih harus dibersihkan dari kulit tipisnya, dipilah berdasarkan ukuran, lalu dipanggang kembali agar rasanya lebih gurih. Rangkaian proses panjang tersebut membuat biaya produksi kacang mete lebih tinggi dibandingkan kacang lain yang pengolahannya jauh lebih cepat.

2. Tanaman mete tidak bisa tumbuh di semua negara

ilustrasi pohon mete
ilustrasi pohon mete (commons.wikimedia.org/Wibowo Djatmiko)

Tanaman mete hanya bisa berkembang dengan baik di wilayah beriklim tropis yang memiliki suhu hangat sepanjang tahun. Beberapa negara seperti Vietnam, India, Pantai Gading, Brasil, dan Indonesia dikenal sebagai penghasil mete terbesar di dunia. Banyak negara lain tidak memiliki iklim yang cocok untuk menanam pohon mete, sehingga harus mengimpor kacang ini dari wilayah tropis.

Kondisi ini membuat perjalanan kacang mete dari kebun sampai ke pasar bisa sangat panjang. Biji mete dipanen di negara produsen, kemudian diproses, dikemas, dan dikirim ke berbagai negara yang membutuhkan bahan tersebut untuk camilan maupun industri makanan.

Musim panen juga tidak berlangsung sepanjang tahun. Pohon mete hanya menghasilkan buah pada periode tertentu, sehingga jumlah produksinya tidak selalu stabil. Jika hasil panen berkurang sementara permintaan tetap tinggi, harga kacang mete di pasar otomatis ikut naik.

3. Kacang mete sangat populer dalam berbagai hidangan kuliner

ilustrasi hidangan dari kacang mete
ilustrasi hidangan dari kacang mete (vecteezy.com/Thatphichai Yodsri)

Alasan lain kenapa kacang mete bernilai tinggi adalah penggunaannya yang luas dalam dunia kuliner. Banyak masakan di berbagai negara memanfaatkan kacang mete karena rasanya gurih dan teksturnya lembut ketika dimasak. Masakan India, misalnya, sering menggunakan kacang mete yang dihaluskan untuk membuat saus kari menjadi lebih kental dan creamy. Teknik ini membuat kuah terasa lebih lembut tanpa perlu menggunakan terlalu banyak santan.

Di Asia, kacang mete sering ditambahkan pada berbagai hidangan tumisan untuk memberikan sensasi renyah yang kontras dengan bahan lain. Beberapa restoran juga menambahkan kacang mete pada nasi goreng, tumisan ayam, atau salad agar tekstur makanannya lebih menarik.

Di Indonesia sendiri, kacang mete paling sering dijadikan camilan yang disangrai lalu dibumbui garam atau bawang. Camilan ini sangat populer saat Lebaran karena mudah disajikan dan cocok dimakan sambil berbincang dengan tamu. Beberapa waktu lalu bahkan muncul tren memasukkan mete sebagai isian kurma. Selain itu, mulai banyak produk bermunculan, seperti susu mete, krim nabati, hingga keju vegan, yang dibuat dari kacang mete karena teksturnya dapat menghasilkan rasa lembut tanpa produk susu.

Harga kacang mete yang terasa mahal sebenarnya berkaitan dengan banyak faktor. Kombinasi faktor seperti yang telah dipaparkan di atas membuat produksi kacang mete tidak bisa dilakukan secara cepat seperti kacang lain. Tidak heran jika banyak orang penasaran kenapa kacang mete mahal. Setelah memahami proses panjang di baliknya, semoga kamu makin paham keistimewaan kacang yang dihasilkan dari buah jambu monyet yang satu ini, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More