Kenapa Imlek Identik dengan Jeruk Mandarin?

- Jeruk mandarin melambangkan kekayaan dan kemakmuran dalam budaya Tionghoa.
- Warna oranye jeruk mandarin diidentikkan dengan emas, melambangkan harapan akan kemakmuran finansial.
- Bentuk bulat jeruk mandarin melambangkan keharmonisan keluarga dalam tradisi Imlek.
Menyajikan buah-buahan saat Imlek, seperti apel, nanas, delima, dan anggur, sangat disarankan menurut budaya Tionghoa. Namun, tahu tidak jika jeruk mandarin dikatakan sebagai "bintangnya" pada perayaan Imlek?
Buah-buahan yang disebutkan di awal tadi tidak tersedia pun tak masalah, asalkan ada jeruk mandarin saat perayaan Imlek. Kira-kira, kenapa Imlek identik dengan jeruk mandarin? Ini beberapa alasan yang menyertainya.
1. Permainan kata (linguistik)

Jeruk mandarin dapat disebut juga sebagai buah paling ikonik saat Imlek karena melambangkan kekayaan serta kemakmuran. Dalam bahasa Mandarin, jeruk mandarin disebut jú (橘). Bunyinya sangat mirip dengan kata jí (吉) yang artinya keberuntungan, berkah, atau rahmat.
Jeruk mandarin dikaitan dengan siapa saja yang berbuat baik pasti akan mendapatkan berkah serta rahmat dari Tuhan. Tak cuma itu, memberikan jeruk mandarin bisa diartikan sama dengan memberikan doa keberuntungan serta rahmat bagi si penerima, lho.
2. Simbol emas dan kekayaan

Menurut budaya Tionghoa, warna oranye terang pada jeruk mandarin diidentikkan dengan warna emas. Pada saat buah-buahan tersebut disusun dalam piring besar, tampilannya hampir menyerupai tumpukan koin emas atau batangan emas kuno.
Oleh karena itu, kenapa saat Imlek jeruk mandarin dianggap sebagai buah yang melambangkan harapan agar tahun baru dipenuhi dengan kemakmuran finansial.
3. Bentuk yang bulat

Jika kamu tamati secara saksama, jeruk mandarin memiliki bentuk bulat sempurna. Di mana hal tersebut melambangkan kebulatan atau sebuah kesempurnaan. Dalam tradisi Imlek, ini bisa dikaitkan dengan keharmonisan keluarga yang utuh tanpa putus.
Sebab, pada saat perayaan Imlek, seluruh anggota keluarga akan berkumpul dalam sukacita dan harapan. Kehadiran jeruk mandarin tak cuma sebatas makanan pelengkap Imlek saja, tapi juga doa yang menyertai pada keluarga tersebut agar tetap harmonis dan utuh selamanya.
4. Apakah jeruk mandarin boleh diganti dengan jenis jeruk lain?

Secara teknis, di zaman modern sekarang, banyak orang keturunan Tionghoa khususnya yang menjadikan jenis jeruk lain seperti jeruk ponkan, lukan, bahkan jeruk santang sebagai alternatif selain jeruk mandarin.
Namun, ada beberapa catatan jika ingin menggantinya! Di mana wajib sekali menghindari buah jeruk yang memiliki rasa asam. Jeruk asam dikaitkan dengan nasib yang pahit atau sulit. Maka dari itu, jeruk untuk Imlek haruslah yang rasanya manis karena melambangkan kehidupan yang manis di tahun mendatang.
Selain rasa, warna adalah kunci selanjutnya. Buah jeruk yang dipilih harus berwarna oranye/kuning keemasan. Jeruk yang masih sangat hijau biasanya dihindari karena melambangkan sesuatu yang "belum matang" atau mentah.
Nah, sudah paham kenapa jeruk mandarin diidentikan sebagai buah khas Imlek. Kalau kamu tertarik membeli jeruk mandarin untuk hantaran atau hampers, usahakan pilih yang masih menyatu dengan tangkai maupun daunnya, ya.
Daun hijau pada buah jeruk mandarin melambangkan umur panjang serta kesuburan (pertumbuhan yang terus berlanjut). Penerimanya pasti akan senang mendapatkan hantaran buah jeruk mandarin seperti tersebut.

















