4 Kesalahan Mengolah Daging Sapi yang Bikin Alot

- Daging yang dimasak dalam keadaan dingin akan sulit matang merata dan teksturnya cepat mengencang
- Mengistirahatkan daging selama beberapa menit setelah dimasak memungkinkan sari daging meresap kembali, membuat tekstur lebih lembut
- Panas yang terlalu tinggi saat memasak dapat membuat serat daging mengencang drastis, sebaiknya gunakan panas sedang atau sedang tinggi
Mengolah daging sapi mungkin terlihat sederhana, tapi kenyataannya proses ini memerlukan ketelitian dengan tekstur daging tetap kaya rasa, empuk, dan mudah diolah. Banyak orang tidak menyadari bahwa langkah-langkah kecil kerap terlewatkan, sehingga membuat daging berubah menjadi lebih alot dan tidak lezat lagi.
Kesalahan umum yang dilakukan bisa diakibatkan karena kurang memahami karakteristik serat daging dan cara pengolahannya ketika proses pemasakan berlangsung. Oleh sebab itu, simaklah beberapa kesalahan berikut ini dalam mengolah daging sapi yang sering membuat teksturnya lebih alot dan menjadi kurang nikmat.
1. Memasak daging yang masih dingin dari kulkas

Daging yang langsung dimasak dalam keadaan dingin biasanya akan sulit matang merata karena bagian luar akan cepat gosong, sementara bagian dalamnya justru tetap keras. Kondisi ini membuat serat dari daging lebih cepat mengencang, sehingga teksturnya berubah alot dan tidak nyaman pada saat dikunyah.
Cukup biarkan daging berada pada suhu ruang selama 20 hingga 30 menit sebelum nantinya dimasak agar panas bisa menyebar ke seluruh bagian. Cara sederhana ini juga dapat membuat proses pemasakan menjadi lebih mudah dan menghasilkan tekstur yang empuk, serta juicy.
2. Tidak mengistirahatkan daging

Banyak orang langsung memotong daging begitu diangkat dari wajan karena tidak sabar ingin segera menyajikannya. Padahal memotong daging pada saat masih panas akan membuat cairan alaminya keluar, sehingga daging pun menjadi lebih kering dan terasa lebih keras.
Mengisyaratkan daging selama beberapa menit memungkinkan sari daging tersebut untuk meresap kembali ke bagian dalam seratnya. Proses ini juga dapat membantu agar tekstur daging lebih lembut dan terasa lebih merata di setiap gigitan.
3. Memasak dengan panas yang terlalu tinggi

Panas yang berlebihan dapat membuat bagian luar daging cepat kecoklatan, namun di bagian dalam justru masih terasa keras karena panas tidak bisa masuk ke inti daging secara perlahan. Suhu yang terlalu tinggi juga bisa memicu serat daging untuk mengencang drastis, sehingga hasil akhirnya pun berubah menjadi lebih alot.
Gunakan panas sedang atau sedang tinggi agar proses pemasakan pun lebih stabil dan tidak sampai merusak struktur alami pada daging. Cara ini akan membantu agar kamu bisa memeroleh permukaan yang kecoklatan sempurna, sekaligus bagian dalam yang tetap terasa lembut.
4. Salah memotong arah serat daging

Memotong daging searah dengan seratnya akan membuat setiap potongan terasa lebih keras, sebab panjang serat tidak terputus. Hal ini akan membuat daging jadi harus dikunyah lebih lama dan kerap kali terasa lebih alot.
Potonglah daging berlawanan arah serat untuk mempersingkat struktur serat tersebut, sehingga daging pun akan lebih mudah hancur pada saat dikunyah. Teknik sederhana ini cukup berpengaruh pada tekstur daging, apa pun teknik memasaknya nanti.
Menghindari kesalahan-kesalahan kecil dalam mengolah daging sapi di rumah tentu dapat membantu memeroleh tekstur yang terbaik. Melalui teknik yang tepat, maka kamu bisa menyajikan hidangan daging yang lembut, juicy, dan nikmat. Jika konsisten dalam memperhatikan di telepon penting, maka setiap potongan daging yang kamu buat akan terasa lebih menggugah selera.



















