5 Cara Mengatasi Adonan Nastar yang Retak agar Kembali Mulus

- Artikel membahas berbagai cara praktis memperbaiki adonan nastar yang retak agar kembali mulus selama proses pemanggangan tanpa harus membuat ulang dari awal.
- Ditekankan pentingnya waktu pengolesan kuning telur, pengecekan saat kue setengah matang, serta teknik mengusap lembut bagian retak untuk hasil lebih rapi.
- Penulis juga menyoroti peran suhu oven dan rasio bahan dalam mencegah keretakan tambahan, agar nastar tetap cantik dan bertekstur sempurna.
Bagi banyak orang, menghasilkan nastar yang mulus jadi kepuasan tersendiri. Sampai-sampai, ada orang yang rela mengulik banyak resep ataupun tips dan trik untuk mencegah kue ini retak selama proses pemanggangan, lho.
Namun, kalau nastar kamu telanjur retak, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyelematkan makanan tersebut sebelum matang sempurna. Jangan bingung, ini beberapa cara mengatasi adonan nastar yang retak biar kembali mulus yang bisa kamu lakukan.
1. Pastikan adonan nastar belum dioles kuning telur

Kalau kamu sering mengalami nastar retak, cobalah metode pengolesan kuning telur saat nastar sudah dipanggang setengah matang. Sebab, lebih gampang menangani nastar yang belum diberi olesan untuk mencari bagian mana yang retak dan cara memperbaikinya.
Cara ini bisa membantumu mengidentifikasi bagian nastar yang retak lebih cepat, karena belum tertutupi olesan kuning telur. Kalau semua sudah diperbaiki, maka tinggal melapisi permukaan nastar pakai adonan kuning telur dengan rapi.
2. Keluarkan loyang nastar setelah 3/4 matang untuk mengecek kondisi adonan

Kemudian, kamu perlu memanggang nastar sampai 3/4 matang atau setengah matang. Keluarkan loyang untuk dilakukan pengecekan apabila ada bagian yang retak.
Kalau tidak terdapat bagian rusak, kamu bisa diamkan nastar sampai sedikit lebih dingin. Kemudian olesi dengan adonan kuning telur. Tunggu lagi beberapa menit untuk olesan kedua biar warnanya semakin mengilap dan merata. Sementara itu, jika kamu menemukan adanya keretakan, maka yang perlu dilakukan adalah memperhatikan poin selanjutnya.
3. Usap nastar dengan tangan bersih untuk menutupi keretakan

Kalau setelah proses memanggang nastar ada keretakan yang terlihat, maka langsung lakukan perbaikan selagi panas. Pertama, pastikan tangan kamu dalam keadaan bersih dan kering. Kemudian, usap secara hati-hati permukaan retak tersebut untuk mengembalikan kemulusannya.
Langkah ini efektif untuk retakan nastar yang tidak begitu dalam. Saat adonan masih cukup lembut, usapan ringan pun akan menutup retakan tersebut dengan cepat. Kalau sulit dijangkau, gunakan bantuan alat sederhana, seperti spatula, sendok kecil, atau sumpit untuk merekatkannya dengan lembut.
4. Gunakan brush lembut untuk menutupi permukaan nastar pakai kuning telur

Kamu bisa juga menutupi keretakan halus yang sudah diperbaiki tadi dengan olesan kuning telur. Pakai jenis brush yang ringan agar permukaan nastar tidak tergores dan tidak menimbulkan retakan baru. Pilih brush lembut dan bulunya rapat agar satu polesan bisa menutupi permukaan nastar dengan sempurna.
Kamu bisa mengolesi permukaan nastar sedikit lebih tebal pada olesan pertama, setelah didiamkan sampai agak kering, baru oles untuk kedua kalinya dengan lapisan lebih tipis. Pastikan warna adonan kuning telur bagus dan pekat. Mau itu kuning atau oranye, jika warnanya tidak pucat, maka permukaan nastar bisa tampak mulus dan lebih menarik.
5. Panggang ulang nastar dengan suhu yang pas agar tidak terjadi keretakan tambahan

Kalau nastar sudah diperbaiki dan dioles kuning telur, kembalikan ke dalam oven yang sudah dipanaskan. Pastikan kamu memanggang kue dengan suhu rendah ke sedang untuk menghindari panas berlebihan. Sebab biasanya kondisi oven terlalu panas bisa menyebabkan keretakan tambahan.
Untuk itu, pantau proses memasak dengan teliti dan kenali oven masing-masing biar keretakan tidak terus terjadi. Kalau pakai oven kompor, kamu bisa putar loyang secara rutin agar nastar mendapatkan panas yang pas dan menghasilkan kue glossy menarik hati.
Urusan membuat nastar memang tidak pernah sederhana. Karena kesalahan kecil pun bisa menyebabkan bentuknya retak. Untuk mencegahnya, kamu perlu memperhatikan rasio lemak yang digunakan, jangan terlalu banyak mengocok mentega atau terlalu lama menguleni adonan, lalu perhatikan suhu oven agar tidak retak.









![[QUIZ] Kami Bisa Menebak Kue Kering Favoritmu dari Member JKT48 Pilihanmu](https://image.idntimes.com/post/20240325/pexels-cats-coming-785420-36da808278bf24b9db132f12498ec25a.jpg)
![[QUIZ] Dari Kondisi Tubuhmu saat Puasa, Ini Menu Sahur yang Cocok untukmu](https://image.idntimes.com/post/20250225/pexels-michael-burrows-7129422-6a96e75e61b3ef5d49d4044186a62e61-0c3156e9de3132e111989cdfd8eb2ad9.jpg)
![[QUIZ] Kurma Kekinian yang Sesuai dengan MBTI Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260224/upload_ad9ca1350907cc85a9fc48dc42221b82_a4090198-d11a-40bc-a63c-370d4381bd30.jpg)






