ilustrasi pola hidup sehat (freepik.com/schantalao)
Faktanya, kondisi kolesterol lebih dipengaruhi oleh gaya hidup secara menyeluruh, bukan hanya oleh satu jenis makanan tertentu. Kebiasaan jarang bergerak, sering mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti fast food, serta kurangnya asupan serat dapat membuat kadar kolesterol lebih mudah meningkat. Dalam kondisi seperti ini, telur kerap dianggap sebagai penyebab utama, padahal faktor utamanya justru berasal dari pola hidup yang kurang seimbang.
Padahal, menjaga keseimbangan antara asupan nutrisi dan aktivitas fisik adalah kunci penting untuk kesehatan tubuh. Dengan membiasakan diri untuk aktif bergerak dan memilih makanan yang lebih bergizi, kadar kolesterol bisa lebih terkontrol. Oleh karena itu, alih-alih menghindari telur sepenuhnya, akan lebih efektif jika kamu mulai membangun gaya hidup sehat yang konsisten setiap hari.
Setelah melihat penjelasan ilmiah, apakah kolesterol aman jika kita makan telur setiap hari? Rupanya, bahan makanan ini bukanlah musuh utama. Meski begitu, telur harus dikonsumsi dengan cara serta porsi yang tepat. Kunci utamanya ada pada keseimbangan pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan, bukan pada satu jenis makanan saja. Jadi, daripada takut berlebihan, lebih baik mulai membangun kebiasaan sehat yang konsisten agar tubuh tetap terjaga dalam jangka panjang.
Referensi
“Pengaruh Pemberian Berbagai Olahan Telur terhadap Kadar Kolesterol Total Darah Mencit.” Jurnal Kesehatan Andalas. Diakses April 2026.
“Pengaruh Pengolahan Telur dengan Cara Pemasakan yang Berbeda terhadap Kadar Kolesterol.” Jurnal Riset Gizi. Diakses April 2026.
“Efek Suplementasi Jamu Rempah terhadap Kadar Kolesterol Telur Puyuh.” Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Diakses April 2026.