Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Tips Menyimpan Santan Sisa agar Tetap Segar dan Tidak Cepat Basi

7 Tips Menyimpan Santan Sisa agar Tetap Segar dan Tidak Cepat Basi
ilustrasi santan (magnific.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Santan mudah rusak karena kandungan air dan lemak tinggi, sehingga perlu disimpan dengan cara benar agar tidak cepat basi atau berbau asam.
  • Langkah penting meliputi segera mendinginkan santan, memakai wadah tertutup rapat, merebus sebelum simpan, serta membekukan jika belum akan digunakan dalam waktu lama.
  • Hindari mencampur santan baru dan lama, aduk sebelum pakai, serta periksa tanda kerusakan seperti bau asam atau lendir untuk menjaga keamanan konsumsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Santan menjadi salah satu bahan penting dalam banyak masakan Indonesia. Mulai dari opor, kari, gulai, rendang, lodeh, hingga berbagai jenis kue tradisional, semuanya terasa lebih gurih berkat tambahan santan. Sayangnya, saat memasak kita sering kali tidak menghabiskan seluruh santan dalam sekali pakai. Akhirnya, masih ada sisa santan yang bingung harus diapakan.

Banyak orang memilih langsung menyimpan santan ke dalam kulkas tanpa perlakuan apa pun. Padahal, santan termasuk bahan makanan yang mudah rusak karena mengandung air dan lemak dalam jumlah tinggi. Jika disimpan dengan cara yang kurang tepat, santan bisa cepat basi, menggumpal, bahkan mengeluarkan aroma asam hanya dalam waktu singkat. Kabar baiknya, santan sisa tetap bisa disimpan agar tahan lebih lama asalkan menggunakan cara yang benar. Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan.

1. Jangan biarkan santan terlalu lama di suhu ruang

ilustrasi menyimpan santan
ilustrasi menyimpan santan (freepik.com/freepik)

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membiarkan santan berada di meja dapur selama berjam-jam setelah kemasannya dibuka. Semakin lama santan berada di suhu ruang, semakin cepat bakteri berkembang biak dan mempercepat proses pembusukan. Kalau tahu santan tidak akan langsung digunakan lagi, sebaiknya segera pindahkan ke wadah penyimpanan lalu simpan di kulkas. Jangan menunggu sampai selesai memasak atau setelah makan baru memasukkannya ke lemari pendingin.

2. Gunakan wadah yang bersih dan tertutup rapat

ilustrasi santan segar
ilustrasi santan segar (pexels.com/Burst)

Santan mudah menyerap bau dari makanan lain di dalam kulkas. Karena itu, hindari menyimpannya di wadah terbuka atau sekadar menutup kemasan dengan karet gelang. Pindahkan santan ke dalam wadah kaca atau plastik food grade yang bersih, lalu tutup rapat. Cara ini membantu menjaga kualitas santan sekaligus mengurangi risiko kontaminasi dari udara maupun bakteri.

3. Rebus sebentar sebelum disimpan

ilustrasi merebus santan
ilustrasi merebus santan (vecteezy.com/Mateusz Feliksik)

Kalau santan sudah terlanjur dibuka dan tidak langsung digunakan, kamu bisa merebusnya terlebih dahulu selama beberapa menit hingga hampir mendidih. Setelah itu, biarkan dingin sepenuhnya sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Proses pemanasan dapat membantu mengurangi jumlah mikroorganisme yang mulai berkembang sehingga santan memiliki daya simpan sedikit lebih lama. Namun, jangan lupa untuk tidak menutup wadah saat santan masih panas karena uap air bisa memicu terbentuknya embun di dalam wadah.

4. Simpan di freezer jika belum akan dipakai dalam beberapa hari

ilustrasi wadah santan
ilustrasi wadah santan (vecteezy.com/Olena Rudo)

Kalau kamu tahu santan baru akan digunakan minggu depan atau bahkan lebih lama, freezer adalah pilihan terbaik. Tuangkan santan ke dalam wadah kecil atau cetakan es batu sesuai porsi kebutuhan. Dengan begitu, kamu cukup mengambil santan secukupnya tanpa harus mencairkan seluruh isi wadah. Cara ini juga membuat santan lebih praktis digunakan untuk memasak. Saat ingin dipakai, pindahkan santan beku ke chiller semalaman atau cairkan perlahan di suhu kulkas. Hindari mencairkan santan berulang kali karena kualitasnya akan menurun.

5. Hindari mencampur santan baru dengan santan lama

ilustrasi santan segar
ilustrasi santan segar (magnific.com/jcomp)

Kalau kamu membeli santan baru, jangan langsung menuangkannya ke wadah yang masih berisi santan lama. Meski terlihat masih bagus, santan lama mungkin sudah mulai mengalami penurunan kualitas. Mencampurkan keduanya justru bisa mempercepat santan baru ikut rusak. Sebaiknya simpan secara terpisah agar kualitas masing-masing tetap terjaga.

6. Aduk santan sebelum digunakan kembali

ilustrasi santan kental
ilustrasi santan kental (magnific.com/azerbaijan_stockers)

Santan yang disimpan di kulkas biasanya akan terpisah menjadi lapisan air dan lemak. Ini merupakan hal yang normal dan bukan berarti santan sudah basi. Sebelum digunakan, cukup aduk perlahan hingga teksturnya kembali menyatu. Jika masih memiliki aroma segar dan tidak berlendir, santan umumnya masih layak dipakai.

7. Kenali tanda-tanda santan sudah tidak layak digunakan

ilustrasi santan kelapa
ilustrasi santan kelapa (magnific.com/stockking)

Walaupun masa simpannya belum terlalu lama, tetap periksa kondisi santan sebelum dimasak. Sebaiknya jangan digunakan lagi jika santan memiliki bau asam atau menyengat, muncul lendir, berubah warna, atau terlihat menggumpal secara tidak wajar. Mengolah santan yang sudah basi bukan hanya membuat rasa masakan berubah, tetapi juga berisiko menyebabkan gangguan pencernaan.

Selain membantu menjaga kualitas bahan makanan, kebiasaan menyimpan santan dengan tepat juga bisa mengurangi pemborosan di dapur. Jadi, mulai sekarang jangan buru-buru membuang santan sisa karena masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai masakan berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More