Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kue Tradisional Filipina yang Kini Dikombinasikan dengan Ube

5 Kue Tradisional Filipina yang Kini Dikombinasikan dengan Ube
ilustrasi ube biko (pexels.com/McHail Hernandez)
Intinya Sih
  • Banyak kue tradisional Filipina kini dikreasikan dengan ube, memberikan tampilan ungu menarik dan rasa manis khas yang makin digemari masyarakat.
  • Lima kue populer seperti kutsinta, puto, turon, sapin-sapin, dan biko mengalami inovasi dengan tambahan ube tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.
  • Kombinasi ube pada kue tradisional memperkaya tekstur serta rasa, menjadikan kuliner klasik Filipina tetap relevan dan diminati generasi muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Dari dunia perkuean Filipina, sudah banyak kue-kue tradisional yang dikombinasikan dengan ube, lho. Tak cuma menarik dari segi visual, tapi juga memengaruhi rasanya yang lebih beragam.

Kamu bisa menemukan kue tradisional Filipina yang kini mulai dikombinasikan dengan ube melalui ulasan berikut ini. Tampilannya semakin menggiurkan, lho!

1. Ube kutsinta

Sebelum kutsinta yang divariasikan dengan ube populer, kue tradisional khas Filipina ini memiliki ciri khas rasa manis yang berasal dari brown sugar, lho. Tampilannya sendiri kuning pekat karena menambahkan pewarna makanan alami, seperti bubuk annatto, ke dalam komposisi pembuatannya. 

Lambat laun, masyarakat Filipina mulai mengkreasikan kutsinta dengan menggunakan ubi yang tak cuma tampilannya menggoda, rasa manisnya pun khas dari ubi tersebut. Taburan kelapa parut khas kutsinta tetap diikutsertakan, yang membuat rasanya makin ramai karena ada manis serta gurih yang bersamaan begitu dikunyah.

Gak cuma kelapa parut, ube kutsinta juga memiliki topping lainnya, yaitu susu kental manis. Ube kutsinta sendiri bahan dasarnya dari tepung dan tepung tapioka. Selain teksturnya legit dan ambyar, ada sensasi rasa dingin ketika menikmati ube kutsinta. Kue ini hampir sama rasanya seperti menikmati kue lumpur khas Indonesia, lho. 

2. Ube puto

ilustrasi ube puto
ilustrasi ube puto (pixabay.com/tifanitopan)

Kue tradisional selanjutnya yang kini mulai sering dijumpai  dengan kombinasi ube ada ube puto. Kue yang diolah dengan cara dikukus ini memiliki komposisi yang terdiri dari tepung beras, tepung terigu, susu, dan ube.

Memiliki tekstur fluffy, ube puto rasanya hampir sama seperti kue apem khas Indonesia, lho. Sebelum dikreasikan dengan ube, puto biasanya memiliki rasa manis yang berasal dari gula pasir yang tentunya dengan visual khasnya berwarna putih terang. Meski dikreasikan dengan ube, ada hal yang tak berubah pada kue tradisional ini, yaitu topping keju hingga salted egg yang gurihnya menyempurnakan rasa manis kue tersebut. 

Di Filipina, puto sendiri sering disantap sebagai menu sarapan yang sederhana tapi mengganjal perut dari rasa lapar, lho. Tekstur legit dan rasa manisnya yang khas ube bikin kreasi ube ini makin diminati terutama oleh anak-anak.

3. Ube turon

Melihat visualnya, pasti kamu langsung menebak bahwa kue atau jajanan ini mirip dengan makanan khas Indonesia. Yap, benar sekali! Turon mirip piscok alias pisang cokelat di Indonesia. Bahan yang diperlukan pun tak jauh beda, lho. Harus ada kulit lumpia, pisang, dan cokelat yang digoreng dengan gula karamel. 

Turon zaman sekarang bukan lagi berisi pisang dan cokelat saja. Sebagai bahan baku yang dibanggakan oleh warga Filipina, turon pun dikreasikan dengan ube, menjadi ube turon yang teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam. 

Ube turon dibuat dari kulit lumpia yang berisi ube halaya atau selai ube alias ube yang telah dikukus dan dihaluskan. Tak sedikit orang Filipina yang menambahkan irisan keju cheddar di tengah lembutnya ube, lho. Rasanya makin menarik sebagai camilan. 

4. Sapin-sapin

ilustrasi sapin-sapin
ilustrasi sapin-sapin (pixabay.com/tifanitopan)

Bahan dasarnya dari tepung ketan, berlapis, dan teksturnya legit, sapin-sapin khas Filipina juga mirip dengan kue tradisional khas Indonesia, yaitu kue lapis basah. Sapin-sapin identik dengan tiga warna khas, yaitu ungu, putih, dan kuning. Nah, ciri khas tersebut membedakan dengan kue lapis basah khas Indonesia yang lebih bervariasi. 

Warna kuning berasal dari ekstrak nangka, warna putih versi rasa original alias tidak ada tambahan ekstrak apa pun, dan ungu yang tentunya berasal dari ube. Bagian atas sapin-sapin terdapat topping berupa latik, semacam endapan santan yang disangrai hingga kecokelatan. 

Keberadaan latik sendiri jadi rasa gurih di antara perpaduan rasa manis kalem kue, lho. Kue tradisional yang anti bikin enek, deh!

5. Ube biko

Lagi-lagi, kue tradisional khas Filipina berikut ini sensasinya pun sama dengan makanan khas Indonesia. Hanya saja menggunakan ube sebagai penonjol visual serta rasanya, lho. Ube biko mirip sekali dengan wajik yang bahan utamanya adalah beras ketan.

Kalau wajik di Indonesia terbiasa dengan rasa gula merah atau yang terbaru ada pandan, kamu bisa mencoba membuat ube biko, wajik yang dikolaborasikan dengan ube. Apalagi bahan baku serta proses pembuatan ube biko sama seperti membuat wajik.

Karena rata-rata orang Filipina tidak menyukai rasa manis berlebih, ube biko pun sama seperti sapin-sapin yang dilengkapi dengan topping berupa latik. 

Ube bagian dari kuliner kebanggaan masyarakat Filipina. Tak heran, gak cuma makanan modern saja yang dikreasikan dengan bahan makanan yang memberi visual warna ungu tersebut saja. Kini mulai banyak kue tradisional khas Filipina yang dikombinasikan dengan ube. Rasanya pun tetap sama nikmat dengan cita rasa ube yang terngiang selalu di dinding-dinding mulut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More