Daging panggang (pexels.com/Emre)
Makanan adalah penyumbang terbesar terjadinya kenaikan kolesterol. Jangan salah, tidak semua makanan, ya! Banyak masakan yang sering menggunakan minyak, santan kental, dan makanan yang digoreng. Kombinasi ini dapat dengan mudah meningkatkan kadar kolesterol jika tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat. Berikut adalah daftar makanan kaya kolesteri yang wajib dihindari sebelum kadar kolesteri meningkat, antara lain:
Keduanya mengandung kadar lemak trans dan lemak jenuh yang tinggi. Penggorengan berulang membuat minyak menjadi tidak sehat dan memicu peningkatan kolesterol LDL (jahat), yang secara signifikan meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah.
Daging sapi atau domba dengan lapisan lemak tebal mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi. Mengonsumsinya terlalu banyak dapat mempercepat penumpukan plak di arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Jeroan, khususnya bagian hati, usus, babat, dan kulit ayam, memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat memengaruhi kadar kolesterol darah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi.
Masakan yang menggunakan santan kental, seperti gulai, rendang, opor, atau kari, mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi, yang dapat meningkatkan kolesterol. Memasak santan berulang kali juga dapat meningkatkan kandungan lemaknya.
Produk susu tinggi lemak, serta mentega atau margarin, mengandung lemak jenuh dan seringkali lemak trans. Jika dikonsumsi setiap hari, kolesterol dapat meningkat dengan cepat tanpa disadari.
Makanan laut dikenal kaya akan protein, namun beberapa jenis makanan laut memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Mengonsumsi terlalu banyak, terutama yang digoreng atau dimasak dengan bumbu berlemak, dapat meningkatkan kadar kolesterol lebih cepat.
Dilansir EMC Health Care, terdapat daftar bahan makanan per 100 gram yang menunjukkan kadar kolesterol dan dikelompokkan dalam kategori 'terlarang', 'berbahaya', 'hati-hati', 'sesekali', dan 'sehat.'
Telur puyuh = 3.640 mg (terlarang)
Otak sapi = 2.300 mg (terlarang)
Kuning telur ayam = 2.000 mg (terlarang)
Jeroan kambing = 610 mg (berbahaya)
Jeroan sapi = 380 mg (berbahaya)
Susu sapi = 250 mg (berbahaya)
Belut = 185 mg (hati-hati)
Santan = 185 mg (hati-hati)
Udang = 160 mg (hati-hati)
Kepiting = 150 mg (hati-hati)
Keju = 140 mg (hati-hati)
Lemak kambing = 130 mg (sesekali)
Daging sapi berlemak = 125 mg (sesekali)
Daging sapi = 105 mg (sesekali)
Iga sapi = 100 mg (sesekali)
Daging ayam tanpa kulit = 50 mg (sehat)
Teripang = 0 mg (sehat)
Ikan sungai/air tawar = 55 mg (sehat)
Daging kelinci = 65 mg (sehat)
Putih telur ayam = 0 mg (sehat)